Kabupaten PPU

APDESI PPU Gelar Festival Seribu Ketupat di Desa Wonosari, Dukung IKN dan Indonesia Emas 2045

232
×

APDESI PPU Gelar Festival Seribu Ketupat di Desa Wonosari, Dukung IKN dan Indonesia Emas 2045

Share this article
Festival Seribu Ketupat di Desa Wonosari, Sepaku, PPU diselenggarakan Kades selaku Ketua APDESI PPU dan masyarakat untuk melestarikan budaya, dorong ekonomi lokal, dan dukung IKN menuju Indonesia Emas 2045.

SEPAKU, suarabalikpapan.com– Kades Wonosari Kasiyono yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama masyarakat menggelar Festival Seribu Ketupat di Gedung Olahraga (GOR) Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Sabtu (26/4/2025) pukul 10.00 WITA. Acara ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Festival ini dihadiri oleh jajaran Muspida PPU, Muspika Sepaku, Otorita IKN, perwakilan OPD PPU, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat Desa Wonosari.
Ketua APDESI PPU yang juga Kepala Desa Wonosari, Kasiyono, menjelaskan bahwa Festival Seribu Ketupat merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal yang telah menjadi tradisi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang promosi potensi wisata Desa Wonosari yang kini menjadi bagian dari kawasan IKN Nusantara.
“Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga simbol semangat kolektif masyarakat Desa Wonosari dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Kasiyono.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, generasi muda, dan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utamanya adalah membangun desa berbasis pariwisata, budaya lokal, dan ekonomi kreatif.

Kades Wonosari Kasiyono yang juga Ketua APDESI Kabupaten PPU bersama masyarakat menggelar Festival Seribu Ketupat di GOR Desa Wonosari, Sepaku, PPU

Festival ini memiliki nilai strategis, karena menjadi momentum untuk: Mendukung pembangunan IKN Nusantara menuju Indonesia Emas 2045, meningkatkan kesadaran pelestarian budaya dan kearifan lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi UMKM dan produk unggulan desa, memperkuat daya tarik wisata jangka panjang serta mempererat hubungan sosial masyarakat dalam semangat gotong royong.
Kegiatan Festival Seribu Ketupat dimulai sejak 24 April 2025, diawali dengan gebyar UMKM, berbagai lomba rakyat, pertunjukan hiburan campur sari, eksplorasi Gua Tapak Raja, pameran lokal, dan pentas seni budaya.
Puncak acara digelar pada Sabtu, 26 April 2025, dengan sajian utama Festival Seribu Ketupat yang dilanjutkan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk sebagai bentuk penghormatan pada tradisi leluhur.
Penyelenggaraan Festival Seribu Ketupat tidak hanya memiliki nilai seremonial, namun juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif. Ketua APDESI PPU berharap, kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di kawasan IKN.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *