Ekonomi

Badak LNG Rayakan Pengapalan LNG ke-10.000, Komitmen 5 Dekade untuk Energi Berkelanjutan

132
×

Badak LNG Rayakan Pengapalan LNG ke-10.000, Komitmen 5 Dekade untuk Energi Berkelanjutan

Share this article
Badak LNG mencetak sejarah dengan melaukan pengapalan LNG ke-10.000 sejak 1977.

BONTANG,suarabalikpapan.com – PT Badak LNG (Badak LNG) kembali mencatat sejarah baru dengan melaksanakan pengapalan LNG ke-10.000 pada Rabu (12/6/2025). Momentum bersejarah ini menjadi simbol keberlanjutan kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan energi global, sekaligus hasil kolaborasi jangka panjang bersama seluruh pekerja, mitra kerja, dan pemangku kepentingan.
Seremoni pengapalan dilakukan di wilayah Lindungan Lingkungan Perairan (LLP) Badak LNG, Bontang, Kalimantan Timur. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Badak LNG, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Forkopimda, serta perwakilan dari SKK Migas, ENI Indonesia, Pertamina Hulu Indonesia, Pertamina JMG, dan Pertamina Trans Kontinental.
Pengapalan LNG ke-10.000 dilakukan menggunakan kapal Vivirt City LNG dengan kapasitas angkut sebesar 158.000 meter kubik, menuju Filipina. Ini menjadi lanjutan dari pengapalan perdana yang dilakukan pada 9 Agustus 1977 oleh kapal LNG Aquarius dengan tujuan Senboku, Jepang.
Plt. Director & COO Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Capaian ini adalah hasil dari kerja keras kolektif seluruh insan Badak LNG serta dukungan para stakeholder. Ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan selama lima dekade,” jelasnya.
Feri menambahkan, keberhasilan ini menjadi semakin berarti karena diraih di tengah tantangan industri LNG global. Sebagai langkah strategis, Badak LNG tengah mempersiapkan reaktivasi Train F guna mengakomodasi pasokan gas baru dari lapangan North Ganal yang ditemukan ENI pada 2023.
Reaktivasi Train F dinilai sebagai langkah penting dalam menjamin keberlanjutan industri LNG nasional. Kilang ini diharapkan mampu mengakomodasi tambahan pasokan gas, sekaligus memperpanjang usia operasi fasilitas LNG di Bontang.
“Dengan kembalinya Train F beroperasi, kami berharap industri LNG di Indonesia bisa semakin berkelanjutan dan kompetitif,” tambah Feri.

Manajemen Badak LNG berfoto bersama usai melaksanakan pengapalan LNG ke-10.000 pada Rabu (12/6/2025)

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baik pencapaian ini dan menilai kontribusi Badak LNG sangat signifikan bagi perekonomian kota.
“Kami bangga menjadi bagian dari sejarah ini. Semoga operasional Train F nanti bisa berlangsung dalam jangka panjang dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Neni.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, juga mengapresiasi pencapaian Badak LNG. Ia menyebut bahwa sinergi hulu migas akan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan energi nasional.
“Pengapalan ke-10.000 ini mencerminkan keberhasilan kolektif kita dalam menjaga roda ekonomi energi nasional. Temuan di North Ganal menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor migas yang layak menarik minat investor,” ungkap Azhari.
Sejak pengapalan perdana 48 tahun silam, Badak LNG terus menjaga reputasi sebagai salah satu penyedia LNG terpercaya di Asia dan dunia. Pengapalan ke-10.000 ini bukan hanya sebuah angka, melainkan bukti kepercayaan pasar global terhadap mutu dan keselamatan operasi yang konsisten.
Dengan langkah strategis seperti pengaktifan kembali Train F dan kolaborasi lintas sektor, Badak LNG menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan energi nasional serta transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *