Ekonomi

CEO KKKS Tegaskan Komitmen Capai Target Lifting Migas 2025 di Forum Hulu Migas

631
×

CEO KKKS Tegaskan Komitmen Capai Target Lifting Migas 2025 di Forum Hulu Migas

Share this article
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berfoto bersama dalam CEO Forum Hulu Migas 2025 yang berlangsung di Kantor SKK Migas, Selasa (30/7/2025).

JAKARTA, suarabalikpapan.com – Para pimpinan tertinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sektor hulu migas menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai target lifting minyak dan gas pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam CEO Forum Hulu Migas 2025 yang berlangsung di Kantor SKK Migas, Selasa (30/7/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta jajaran pimpinan Kementerian ESDM dan para CEO KKKS.
Dalam forum tersebut, ditetapkan bahwa target lifting migas tahun 2025 adalah sebesar 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 5.628 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sebagai bentuk komitmen serius terhadap pencapaian target ini, para CEO KKKS menandatangani Piagam SIAP Selamat, yang menegaskan fokus pada keselamatan kerja, penerapan standar operasional tinggi, dan praktik tata kelola yang baik (good governance).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peningkatan produksi migas merupakan bagian dari prioritas nasional dalam agenda ASTA CITA. Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah dan KKKS adalah kunci utama mencapai target lifting nasional.
“Pemerintah memiliki kewenangan administratif dan kebijakan, sementara KKKS punya kapasitas eksekusi. Kami akan dukung penuh,” ujar Bahlil.
Bahlil juga menyoroti minimnya aktivitas produksi di sebagian besar cekungan migas Indonesia. Dari total 128 cekungan, hanya 20 yang saat ini aktif memproduksi. Ia meminta agar Plan of Development (POD) yang telah rampung segera dieksekusi, dan menjanjikan penyelesaian cepat untuk perizinan yang masih terhambat.
“Jika tidak ada progres, pemerintah akan ambil tindakan tegas,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menekankan bahwa pengembangan sektor migas harus memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah. Ia juga mendukung fleksibilitas skema fiskal, baik melalui gross split maupun cost recovery, demi memastikan keekonomian proyek tetap terjaga.
“Kita masih impor minyak. Artinya, potensi migas dalam negeri harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Data dari Deputi Eksplorasi serta Deputi Eksploitasi SKK Migas menunjukkan peningkatan produksi migas pada semester I 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tren positif ini terus berlanjut, maka lifting minyak hingga akhir tahun diperkirakan akan mencapai target yang ditetapkan dalam APBN 2025.
Investasi Eksplorasi Migas Tertinggi dalam Satu Dekade
SKK Migas mencatat lonjakan investasi eksplorasi migas dalam beberapa tahun terakhir. Dari hanya USD 0,5 miliar pada 2020, proyeksi investasi di 2025 mencapai USD 1,5 miliar—tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Melalui Forum CEO Hulu Migas ini, seluruh pelaku industri migas menunjukkan keseriusannya dalam mendukung ketahanan energi nasional dan realisasi target ambisius: produksi 1 juta BOPD pada 2030.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *