KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Purwajaya Kembangkan Kunyit Hitam Jadi Komoditas Unggulan Berbasis Herbal

45
×

Desa Purwajaya Kembangkan Kunyit Hitam Jadi Komoditas Unggulan Berbasis Herbal

Share this article
Desa Purwajaya di Kecamatan Loa Janan kembangkan kunyit hitam sebagai komoditas unggulan melalui pemberdayaan KWT.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pemerintah Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus melakukan inovasi dalam mengembangkan potensi lokal. Salah satu fokus strategis yang kini digarap secara serius adalah pengembangan kunyit hitam sebagai komoditas unggulan desa.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menjelaskan bahwa desanya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pengolahan produk herbal. Di antara semua potensi itu, tanaman kunyit hitam kini menjadi perhatian utama.
“Kami berharap kunyit hitam bisa menjadi komoditas andalan Desa Purwajaya, khususnya di Kecamatan Loa Janan. Tahun 2025, kami rencanakan pengadaan bibit secara lebih luas,” ujar Adi Sucipto.
Tak hanya sebatas budidaya, pengembangan juga menyentuh sektor hilir. Desa Purwajaya melalui kelompok Pokdawis telah meluncurkan produk kapsul herbal kunyit hitam. Inisiatif ini merupakan bagian dari program inovasi desa, yang sebelumnya berhasil meraih juara tiga tingkat kabupaten.
Saat ini, pemerintah desa tengah menjajaki kerja sama strategis dengan sebuah rumah sakit herbal terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Bali. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk herbal asli Purwajaya.
“Kami sedang menjalin komunikasi agar produk kami bisa masuk ke sana, tentu sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Program pengembangan kunyit hitam ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Dukungan tersebut meliputi pelatihan, bantuan teknis, serta fasilitasi sertifikasi halal untuk produk kapsul herbal.
Selain itu, komunikasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah dilakukan. Hasilnya, pihak Otorita menyatakan siap membantu menyalurkan produk-produk dari KWT dan Pokdawis Desa Purwajaya ke wilayah IKN.
Saat ini terdapat sekitar 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) aktif di Desa Purwajaya. Kelompok-kelompok ini menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan kunyit hitam, mulai dari penanaman hingga pengolahan menjadi produk siap jual.
Dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 200 hektare, potensi budidaya tanaman herbal ini sangat besar, meskipun saat ini belum seluruh lahan dimanfaatkan optimal. Selain sektor pertanian, sektor perikanan juga menjadi potensi menjanjikan yang mulai dikembangkan.
Desa Purwajaya yang berpenduduk sekitar 4.000 hingga 4.200 jiwa, memiliki sumber daya manusia dan alam yang mumpuni. Pemerintah desa optimistis bahwa dengan dukungan anggaran yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, produk lokal seperti kunyit hitam dapat menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa.
Langkah Desa Purwajaya dalam mengembangkan kunyit hitam ini mencerminkan komitmen terhadap pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *