DPRD Kaltim

Dewan Soroti 14 Desa Tertinggal di Kutai Barat dan Mahulu

82
×

Dewan Soroti 14 Desa Tertinggal di Kutai Barat dan Mahulu

Share this article
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Ekti Imanuel

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Ekti Imanuel menyebutkan bahwa di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) masih terdapat beberapa desa kategori tertinggal.

Berdasakan informasi yang diterimanya dari Pemprov, dari 17 desa tertinggal yang ada di Kaltim, khusus di Kubar dan Mahulu terdapat 14 desa tertinggal dengan rincian di Kubar 6 desa dan Mahulu 8 desa tertinggal.

“Ini kan luar biasa sekali dari 17, ada 14 desa tertinggal khusus di Kubar dan Mahulu, maka dari itu kita mengharapkan supaya keterlibatan Pemprov Kaltim untuk konsen pada sektor tersebut,” ucap Ekti, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, faktor yang mengakibatkan belasan desa itu tertinggal disbanding desa lainnya karena kurangnya sarana infrastruktur, seperti jalan yang masih belum mendapatkan perhatian, listrik hingga jaringan air bersih.

Beberapa faktor itu yang kemudian ia harapkan dapat diperhatikan oleh Pemprov Kaltim.

“Jalan, listrik air ini yang jadi masalah pokok pada desa-desa tersebut, kalau kategori ini mau dihilangkan setidaknya yang harus menjadi konsentrasi yaitu 3 faktor tersebut,” jelasnya.

Ia menceritakan, kondisi yang ditemukan pada salah satu desa tertinggal khususnya di Kubar, tepatnya di Kecamatan Bongan yang belum memiliki akses jalan, bahkan apabila air sungai sedang mengalami pasang, akses jalan darat tidak bisa ditempuh bergantian dengan akses jalan melalui sungai.

“Ada 4 desa di Kecamatan Bongan ini yaitu Desa Gearunggung, Tanjung Soke, Deraya dan Desa Lemper,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, setidaknya perhatian yang dapat diberikan yaitu berkaitan dengan masalah anggaran, banyak hal yang dapat dilakukan, seperti penyaluran anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim yang dapat ditingkatkan untuk dua kabupaten tersebut, atau bahkan menaruh kegiatan pembangunan infrastruktur yang ditangani langsung oleh Pemprov Kaltim.

“Kita ketahui Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) kita tahun ini besar, artinya hal-hal seperti penanganan desa tertinggal ini bisa kita harapkan maksimal,” tegasnya. (adv/sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *