JAKARTA, suarabalikpapan.com – Siapa yang tidak mengenal sosok Nicolas D. Kanter, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Pria asal Kawanua ini telah mencapai puncak karir yang gemilang, dan ia menyebut ayahnya, almarhum Mayor Jenderal Empie Yohan Kanter, sebagai sumber inspirasi terbesar dalam hidup dan pekerjaannya.
Almarhum Empie Yohan Kanter, yang berpulang pada 9 Februari 2004, adalah seorang tokoh militer dengan karir cemerlang. Mayor Jenderal E.Y. Kanter menjabat di berbagai posisi penting, seperti Koordinator Operasi Penertiban Pusat, Kepala Badan Pembinaan Hukum ABRI, dan Oditur Jenderal ABRI, antara 1978 hingga 1986. Sebagai putra ketiga dari pasangan Empie Yohan Kanter dan Betty Adelheid Sumual, Nico mengungkapkan bahwa sang ayah menjadi panutan utama dalam kehidupan dan pekerjaannya.
“Sosok papa menjadi inspirator dalam kehidupan dan pekerjaan saya hingga saat ini,” ujar Nico dalam wawancara dengan Pemimpin Umum Manadozone.
Perjalanan karir Nico dimulai pada 1984, saat ia bergabung dengan British Petroleum (BP) Indonesia sebagai penasihat hukum. Dalam waktu 26 tahun bekerja di perusahaan tersebut, Nico banyak belajar dari ayahnya mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam dunia profesional.
“Saya banyak belajar ilmu hukum dari papa,” kata Nico. Ia juga mengungkapkan bahwa prinsip yang selalu diajarkan ayahnya adalah untuk selalu berkata jujur, meskipun itu bisa terasa menyakitkan. Menurutnya, memiliki integritas dalam segala hal akan membuat seseorang dihargai di mana pun ia berada.
Karir Nico semakin bersinar saat ia dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Vale Indonesia pada tahun 2011, dan kembali terpilih dalam posisi yang sama pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 4 April 2018. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Head of Country BP Indonesia sejak 2007, bertanggung jawab atas operasi BP di seluruh Indonesia.
Nico juga sempat menjabat berbagai posisi penting dalam organisasi BP, termasuk Executive Vice President di BP Indonesia dan Human Resources Manager di Vico Indonesia, yang kemudian diakuisisi oleh BP. Bahkan, pada periode 2003-2007, ia bekerja di BP Asia Pacific & Middle East yang berpusat di Hong Kong, di mana ia sering melakukan perjalanan internasional.
Nico Kanter menegaskan bahwa salah satu prinsip hidup yang selalu dipegang teguh adalah integritas. Ia percaya bahwa dengan integritas, seseorang akan mampu menghadapi tantangan besar dalam dunia profesional dan tetap dihormati oleh rekan kerja.
Selain kesuksesannya di dunia korporat, Nico juga memiliki hasrat untuk berbagi ilmu. Ia mengungkapkan bahwa jika ada kesempatan, ia ingin menjadi pengajar atau coach di berbagai perusahaan dan instansi BUMN.
“Saya ingin berbagi ilmu yang saya peroleh kepada siapapun. Ilmu itu abadi, dan jika tidak dibagikan, saya merasa berdosa karena berkat yang saya terima tidak diturunkan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Latar belakang pendidikan Nico Kanter sangat membanggakan. Ia meraih gelar magister di bidang Hukum dari Universitas Indonesia dan gelar Master dalam Administrasi Bisnis (Bisnis Internasional) dari University of Southern California, Amerika Serikat.
Nico berharap di masa pensiun nanti, ia dapat mengejar cita-citanya menjadi pengajar. Dengan pengalamannya yang luas di dunia bisnis dan industri, ia ingin membagikan ilmu yang diperolehnya selama ini kepada generasi mendatang.
“Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi coach dan berbagi ilmu dengan orang-orang yang membutuhkan,” tutupnya dengan senyum.
Dengan perjalanan karir yang penuh prestasi dan prinsip hidup yang kuat, Nico Kanter menjadi teladan bagi banyak orang, baik di dunia bisnis maupun kehidupan pribadi. Mengikuti jejak sang ayah yang memiliki integritas tinggi, Nico terus menunjukkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi orang lain.(sb-01)
Dirut PT Antam Nico Kanter Putra Kawanua, Jadikan Ayahnya sebagai Inspirator












