KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Disbun Kukar Salurkan Bantuan Bibit dan Sarana Produksi untuk Petani Sawit, Kopi, dan Kakao

68
×

Disbun Kukar Salurkan Bantuan Bibit dan Sarana Produksi untuk Petani Sawit, Kopi, dan Kakao

Share this article
Kabid Perlindungan Perkebunan Disbun Kukar Rudiyanto Hamli

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong penguatan sektor perkebunan dengan memberikan berbagai bentuk bantuan kepada para petani. Mulai dari penyediaan bibit unggul bersertifikat hingga sarana produksi seperti pupuk dan alat pendukung lainnya, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan Disbun Kukar, Rudiyanto Hamli, menyampaikan bahwa salah satu kendala utama petani dalam mengembangkan usaha adalah tingginya harga bibit, terutama untuk komoditas seperti kelapa sawit dan kopi.
“Untuk memulai usaha sawit, petani membutuhkan modal besar. Sayangnya, banyak yang tidak mampu membeli bibit secara swadaya,” ujar Rudiyanto, Selasa (20/5/2025).
Menanggapi hal ini, Disbun Kukar menyediakan program bantuan bibit kelapa sawit, kopi, dan kakao, selama lahan yang digunakan memiliki status hukum yang jelas dan bebas sengketa. Bantuan ini juga mencakup pupuk dan sarana produksi lainnya demi menunjang keberhasilan budidaya.
Semua bibit yang disalurkan dijamin bersertifikat dan sesuai standar mutu nasional. Untuk komoditas sawit, Disbun Kukar bekerja sama dengan penangkar resmi. Sementara untuk kopi dan kakao, kemitraan sedang dibangun bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember.
Meski demikian, tidak sedikit petani kopi yang memilih bercocok tanam secara mandiri. Harga bibit kopi yang relatif terjangkau membuat mereka berinisiatif menanam dari biji sendiri, tanpa bergabung dalam kelompok tani formal.
“Semangat mandiri ini patut diapresiasi. Ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap sektor perkebunan,” tambah Rudiyanto.
Kopi menjadi salah satu komoditas yang tengah berkembang di Kukar. Di wilayah Perangat, hasil panen kopi bahkan telah menembus pasar hotel, dengan harga jual mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per kuintal, terutama untuk jenis kopi luar.
Dalam pengembangannya, Disbun Kukar mengarahkan jenis kopi sesuai kondisi wilayah. Kopi jenis luar difokuskan di Perangat, Robusta di Jonggon, Cipari, dan Moragaman, serta Liberika di Jonggon dan sekitarnya. Pendekatan ini memperhatikan kesesuaian lahan, potensi lokal, dan karakteristik ekologis.
Disbun Kukar berharap, sinergi antara pemerintah dan petani dapat menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Kami ingin perkebunan menjadi sektor unggulan yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tapi juga berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat,” tutup Rudiyanto.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *