DISDAG BALIKPAPAN

Disdag Balikpapan Dorong UMKM Naik Kelas, Produk Herbal dan Kuliner Lokal Sasar Pasar Ekspor

121
×

Disdag Balikpapan Dorong UMKM Naik Kelas, Produk Herbal dan Kuliner Lokal Sasar Pasar Ekspor

Share this article
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdag Balikpapan Adi Sudarto


BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat langkah dalam memperluas pasar bagi produk unggulan daerah, khususnya hasil karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), berbagai program pengembangan ekspor dan promosi produk dalam negeri digencarkan untuk meningkatkan daya saing UMKM di kancah global.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdag Balikpapan, Adi Sudarto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya fokus pada dua program utama, yakni pengembangan ekspor dan promosi produk dalam negeri.
“Keduanya saling berkaitan. Kami ingin produk UMKM lokal tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Adi, Selasa (28/10/2025), di Balikpapan.
Untuk memperluas akses pasar ekspor, Disdag Balikpapan bersinergi dengan Export Center Balikpapan, lembaga yang berperan memfasilitasi pelaku usaha agar siap menghadapi mekanisme perdagangan luar negeri.
Melalui kerja sama ini, pemerintah kota rutin menggelar kegiatan business matching antara pelaku UMKM lokal dan calon mitra dagang dari luar negeri. Upaya tersebut menjadi wadah langsung bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan menjalin kemitraan ekspor.
“Kami bekerja sama dengan Export Center Balikpapan serta jejaring perdagangan di luar negeri. Business matching menjadi salah satu kegiatan rutin agar pelaku UMKM bisa langsung bertemu calon pembeli atau distributor internasional,” jelas Adi.
Dari sejumlah produk yang diunggulkan, produk herbal dan makanan olahan menjadi yang paling diminati pasar ekspor. Selain itu, kerajinan tangan (handicraft) mulai menarik perhatian pembeli mancanegara, meski porsinya masih lebih kecil dibanding sektor pangan dan kesehatan.
“Beberapa produk sudah berjalan, terutama dari sektor herbal dan makanan olahan. Kerajinan tangan juga ada, tetapi masih terbatas,” tambah Adi.
Produk-produk tersebut merupakan hasil karya UMKM binaan Pemkot Balikpapan yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga sertifikasi agar memenuhi standar ekspor internasional.
Selain memperluas pasar, Disdag Balikpapan juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di tingkat global. Pendampingan meliputi pelatihan manajemen usaha, desain kemasan produk, hingga pemenuhan standar legalitas seperti izin edar dan sertifikasi halal.
“Kami ingin pelaku UMKM Balikpapan punya daya saing tinggi. Tidak cukup hanya punya produk bagus, tapi juga harus memenuhi standar ekspor dan mampu memasarkan secara profesional,” ujar Adi.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkot Balikpapan berharap produk-produk lokal dapat semakin dikenal di pasar internasional. Upaya ini diharapkan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah dan menjadikan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya, kami ingin UMKM Balikpapan bisa naik kelas, memiliki jejaring global, dan berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi kota,” tutup Adi.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *