Provinsi Kaltim

Diskominfo Kaltim Targetkan 600 Desa Teraliri Internet Gratis pada September 2025

154
×

Diskominfo Kaltim Targetkan 600 Desa Teraliri Internet Gratis pada September 2025

Share this article
Kepala Diskominfo Kaltim HM Faisal

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggenjot pemerataan akses digital melalui program internet gratis desa. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, program ini menargetkan 600 desa mendapatkan akses internet gratis hingga September 2025.
Kepala Diskominfo Kaltim, HM Faisal, menyampaikan bahwa hingga 30 Juni 2025, sebanyak 153 desa telah terhubung dengan jaringan internet. Ia menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras tim di lapangan, meskipun tantangan geografis dan infrastruktur masih menjadi kendala utama.
“Tidak semudah yang dibayangkan. Tapi capaian 153 desa dalam sebulan itu luar biasa. Kalau dihitung dari hari kerja, hampir 6 hingga 7 desa dipasangi internet per hari,” ujar Faisal pada Jumat (4/7/2025).
Memasuki bulan Juli, Diskominfo meningkatkan target dengan menambah 150 desa lagi. Prioritas pemasangan akan difokuskan ke desa-desa yang mudah dijangkau, sambil merancang strategi khusus untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang lebih menantang.
“Strateginya bertahap. Dari total 841 desa, sebanyak 716 ditargetkan dalam anggaran murni, sisanya akan diselesaikan lewat anggaran perubahan,” jelasnya.
Program ini memanfaatkan beragam teknologi koneksi internet. Untuk daerah yang sudah memiliki jaringan dasar, digunakan fiber optik. Di daerah yang tidak terjangkau kabel, dipasang jaringan wireless. Sementara itu, wilayah tanpa infrastruktur sama sekali menggunakan teknologi satelit seperti Starlink.
“Kalau fiber optik bisa digunakan, kami pakai. Kalau tidak, kami beralih ke wireless. Bila keduanya tidak memungkinkan, kami gunakan Starlink,” ujar Faisal.
Namun, akses internet bukan satu-satunya tantangan. Sekitar 100 desa di Kaltim diketahui belum memiliki akses listrik, yang menjadi hambatan besar dalam pemasangan perangkat internet.
“Tanpa listrik, kami harus menggunakan panel surya, yang tentu menambah biaya dan perencanaan,” tambahnya.
Diskominfo Kaltim rutin melakukan evaluasi mingguan untuk memantau perkembangan dan mengidentifikasi hambatan di lapangan. Rapat evaluasi dilakukan setiap Senin sebagai upaya memastikan program berjalan sesuai target.
Faisal optimistis target 600 desa bisa terealisasi pada September 2025, meski dibutuhkan kerja terukur dan penyesuaian anggaran yang cermat.
“Kami berhitung hati-hati dalam perubahan anggaran, agar tidak salah langkah. Semua perlu strategi yang adaptif,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari visi besar pemerataan digital di Kalimantan Timur. Akses internet gratis di desa diharapkan membuka peluang baru dalam sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, dan pelayanan publik.
“Internet sekarang bukan lagi kebutuhan tambahan, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar. Kami pastikan program ini harus berhasil,” tegas Faisal.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *