Provinsi Kaltim

Dispar Kaltim Gelar Workshop Industri Pariwisata Ekraf Subsektor Kriya dan Wastra

18
×

Dispar Kaltim Gelar Workshop Industri Pariwisata Ekraf Subsektor Kriya dan Wastra

Share this article
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Hermansyah dan Anggota DPRD Kaltim Agus Aras berfoto bersama peserta Workshop Industri Pariwisata Ekraf Subsektor Kriya dan Wastra di Bontang

BONTANG,suarabalikpapan.com–Pariwisata ekonomi kreatif terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim. Pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dalam 17 subsektor ekonomi kreatif terus dipacu. Subsektor kuliner, kriya, musik, fesyen, aplikasi, seni rupa, TV dan radio, penerbitan, design interior, pertunjukan seni, fotografi, film animasi dan video, Periklanan, arsitektur, permainan interaktif, desain komunikasi visual, dan desain produk. Guna terus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim menggelar kegiatan Workshop Kemitraan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif subsektor Kriya dan Wastra, di Hotel Tiara Surya, Bontang, 20 dan 21 Februari 2023. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Hermansyah dalam sambutan pembukaan workshop menyampaikan, subsektor Kriya dan Wastra adalah kreatifitas murni dalam rangka melestarikan budaya membatik yang merupakan bagian kearifan lokal. “Ciri khas kearifan lokal Bontang yang diangkat seperti motif pesisir di Kaltim. Mudah-mudahan 2024 nanti, seiring dengan keberadaan IKN, perkembangan fashion juga terjadi di Kaltim sehingga kreativitas perlu terus dikembangkan,” kata Ahmad Hermansyah. Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan ekonomi kreatif Kriya dan Wastra adalah kegiatan workshop yang digelar Dispar Kaltim ini, dan ditindaklanjuti dengan kunjungan ke sentra ekonomi kreatif subsektor Kriya dan Wastra. “Insya Allah juga akan terus meningkat kapasitas SDM dengan melakukan kunjungan ke industri batik yang ada di Solo,” sambungnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bontang Ahmad Aznem,  ia mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan workshop dalam rangka mendukung pengembangan pembangunan ekonomi kreatif di Bontang oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim. Workshop ini menurutnya adalah ajang silaturahmi pelaku ekonomi kreatif di Bontang dan yang utama berbagi ilmu agar usaha pelaku ekonomi kreatif semakin maju berkembang. “Workshop sebagai wadah berbagi ilmu yang bermanfaat dan ditularkan pada orang lain, semoga APBD kita akan mendapatkan berkah,” katanya. Dalam kesempatan itu, Ahmad Aznem juga menyampaikan terima kasihnya kepada Anggota DPRD Kaltim Dapil Bontang, Kutim Berau – H. Agus Aras. “Terima kasih pak Agus atas Pokirnya di Dinas Pariwisata Bontang. Bontang Jaya akan mengangkat kemajuan ekraf Kaltim,” katanya. Dikatakan, perkembangan ekonomi kreatif, sejak awal Pemkot Bontang telah menyiapkan SDM agar ekraf dapat berkembang. Untuk itu, dirinya berharap, kegiatan serupa akan rutin dilaksanakan. “Kita berharap kegiatan seperti ini terus terjadi di Bontang dan dengan IKN kita bisa bermitra. Ke depan, pariwisata IKN akan bisa dilakukan di Bontang, Kutim dan Berau,” harapnya. Sementara itu Anggota DPRD Kaltim H. Agus Aras yang didaulat sebagai narasumber workshop mengungkapkan peran DPRD Kaltim, dalam mengawal pengembangan sektor pariwisata Kaltim. “Tugas DPRD adalah membentuk Peraturan Daerah, termasuk pariwisata, fungsi budgeting atau penganggaran. Terakhir melakukan pengawasan realisasinya,” terangnya. Sektor pariwisata Kaltim, lanjut politisi dari partai Demokrat ini, sangat tidak terbatas, sehingga DPRD Kaltim memberikan perhatian serius. “Proses penganggaran melalui Dewan, bukan hanya pelatihan tapi juga sarana dan prasarana. ada alokasi dari saya Rp 1,3 miliar untuk pengembangan pariwisata di Dinas Pariwisata Kaltim,” kata Agus Aras yang juga Ketua Dewan Etik Pramuwisata Kaltim ini. Terkait kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, Agus Aras menyampaikan komitmen DPRD Kaltim dalam mendorong pengembangan industri pariwisata ekonomi kreatif yang berujung pada pertumbuhan ekonomi. “Kami berkomitmen, tentu dengan IKN tidak boleh berdiam diri. Tapi harus memanfaatkan peluang dengan persiapan SDM. Pun dalam hal penganggaran, infrastruktur pariwisata perlu dibenahi, sehingga ekonomi masyarakat bisa terangkat dengan kreatifitas,”sambung Agus Aras.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *