TENGGARONG,suarabalikpapan.com-Perpustakaan saat ini telah bertransformasi dari manual ke digital sehingga mempermudah para pembaca.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, Muhammad Syafranuddin, perpustakaan sangat untuk mencerdaskan Masyarakat, berdasarkan data DPK Kaltim, 10 kabupaten dan kota di Kaltim telah memperoleh bantuan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS). Untuk Kutai Kartanegara sendiri memperoleh bantuan untuk 3 desa dan kelurahan yakni, Kota Bangun, Loa Duri Ilir, Panoragan.
“Terdapat 164.610 perpustakaan di Indonesia, kita juga memasuki era Revolusi Industri 4.0, sebuah masa yang menuntut masyarakat belajar dan akrab dengan teknologi. Dalam mengoperasikannya tentu perlu terus meningkatkan keterampilan agar mahir dan terus menciptakan inovasi, gerbangnya melalui ratusan ribu perpustakaan di Indonesia,” terang Ivan.
Ia berharap dari berlangsungnya sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, perpustakaan semakin banyak membuat program inovasi yang melibatkan masyarakat seperti kelas keterampilan, pengembangan diri, hingga pembekalan persiapan kerja lapangan untuk individu.
“Data BPS 2022, kemiskinan kita berada pada angka 9.54 persen, Hal tersebut mendorong perpustakaan dalam penekanan angka kemiskinan dan pengangguran melalui TP BIS,”ujar Ivan sapaan akrab Muhammad Syafranuddin.
Sebelumnya, Kutai Kartanegara mendapat penghargaan peringkat ketiga dalam pelaksanaan kegiatan akreditasi perpustakaan terbaik pada pelaksanaan Rakorda Perpustakaan dan Kearsipan, Maret silam di Surabaya oleh DPK Kaltim.(sb-02/adv/dpk-kaltim)












