Kota Balikpapan

Konvensi Media Siber AMSI Kaltim, Bahas Tantangan Media Lokal di Era AI, IKN, dan Publisher Right

455
×

Konvensi Media Siber AMSI Kaltim, Bahas Tantangan Media Lokal di Era AI, IKN, dan Publisher Right

Share this article
Konvensi Media Siber AMSI Kaltim di Balikpapan membahas tantangan media lokal di era kecerdasan buatan (AI), Ibu Kota Nusantara (IKN), dan penerapan Publisher Right.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur bersama Forum Wartawan Legend menggelar Konvensi Media Siber yang bertema “Media Lokal, Antara AI, Ibu Kota Nusantara, dan Publisher Right”. Acara ini berlangsung pada Sabtu, (28/12/2024) di Balikpapan, sebagai bagian dari agenda tahunan Forum Wartawan Legend.
Konvensi ini bertujuan untuk membahas tantangan dan peluang media lokal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekosistem media.
Ketua Panitia, Charles Siahaan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konvensi ini menjadi wadah bagi para pelaku media untuk melakukan refleksi diri.
“Kita ingin berbicara tentang diri kita sendiri, melakukan otokritik. Apa yang kita rasakan di dunia pers? Hari ini, kami mengundang sahabat-sahabat kami yang bergelut di bidang ini, termasuk rekan-rekan humas,” ujarnya.
Charles juga menekankan pentingnya diskusi yang melibatkan Dewan Pers dalam setiap agenda konvensi.
Pemilihan tema “Media Lokal, Antara AI, Ibu Kota Nusantara, dan Publisher Right” dianggap sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi media lokal saat ini.
“Media lokal berada di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sebentar lagi wartawannya akan menjadi wartawan istana. Namun, media lokal juga dikepung oleh kecerdasan buatan (AI) dan platform digital,” jelas Charles.
Ia juga menambahkan bahwa media lokal harus bertransformasi dari sekadar media daerah menjadi lebih internasional.
Ahmad Yani, Ketua AMSI Kaltim, mengungkapkan bahwa media lokal menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan digitalisasi.
“Era AI dan teknologi digital tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang. Media lokal harus siap bersaing, terutama dalam menghadapi arus informasi global dan tuntutan kualitas jurnalistik di IKN,” ujarnya.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah dan meningkatkan jurnalisme ke depan.
“Sepuluh tahun lalu kita berbicara tentang big data, yang mengakibatkan banjir informasi. Sekarang, dengan keberadaan AI, kita memiliki alat untuk mengolah data tersebut,” jelasnya.
Wahyu menambahkan bahwa AI memiliki tiga keunggulan utama: kemampuan untuk memproses big data, aksesibilitas selama ada kemampuan komputasi, dan kemampuannya untuk berkembang serta bertumbuh.
Wahyu Dhyatmika menjelaskan bahwa dampak terbesar dari AI adalah perubahan cara orang mengonsumsi informasi.
“Orang tidak lagi membaca situs web secara umum, tetapi mereka menginginkan informasi yang relevan dengan kebutuhan pribadi mereka. Berita tidak lagi dibuat secara massal, tetapi menjadi lebih terpersonalisasi dan disesuaikan,” katanya.
Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa AI memiliki keterbatasan dalam menghasilkan informasi baru.
“AI tidak bisa memproduksi informasi baru; ia membutuhkan data yang diproduksi oleh manusia,” tambahnya.
Anggota Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, mengingatkan bahwa langkah strategis dan sinergis antara berbagai pihak sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh media pers.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pers, organisasi pers, Dewan Pers, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan.
“Dewan Pers selama ini telah berupaya menjalankan berbagai program untuk mendukung perkembangan ekosistem pers yang sehat,” kata Atmaji.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *