DPRD Kaltim

Krisis Tenaga Medis di Kaltim, DPRD Dorong Telemedicine dan Beasiswa untuk Putra Daerah

210
×

Krisis Tenaga Medis di Kaltim, DPRD Dorong Telemedicine dan Beasiswa untuk Putra Daerah

Share this article
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra

SAMARINDA, suarabalikpapan.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan keprihatinan atas kekurangan tenaga medis yang terjadi di provinsi tersebut. Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap mengkhawatirkan, terutama dalam hal pemerataan layanan kesehatan.
Menurut Andi, saat ini kebutuhan tenaga kesehatan di Kalimantan Timur mencapai sekitar 4.000 orang, namun yang tersedia baru setengahnya. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 2.000 tenaga medis untuk mencapai kondisi ideal.
“Jumlah tenaga medis kita masih sangat kurang dibandingkan kebutuhan ideal. Ini menjadi tantangan besar bagi layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil,” ungkapnya belum lama ini.
Andi menambahkan, secara ideal satu dokter menangani seribu pasien, namun kenyataan di lapangan masih jauh dari standar tersebut. Ketimpangan ini paling terasa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang minim akses terhadap fasilitas kesehatan.
Untuk menjawab tantangan ini, DPRD Kaltim mendorong pemanfaatan teknologi digital, khususnya telemedicine, sebagai solusi jangka pendek. Dengan adanya telemedicine, layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di daerah yang kekurangan tenaga medis.
“Teknologi harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Apalagi konektivitas internet di Kaltim kini mulai membaik,” jelas Andi.
Selain itu, Andi menyarankan adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di luar Kaltim, khususnya fakultas kedokteran, untuk mempercepat distribusi tenaga medis ke wilayah 3T.
Untuk jangka panjang, DPRD mendorong penguatan SDM lokal melalui beasiswa khusus bagi putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan. Beasiswa tersebut dapat disertai ikatan dinas agar mereka bersedia kembali mengabdi di daerah asal.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Kita perlu mendukung mereka secara finansial agar kelak bisa memperkuat sistem kesehatan di kampung halaman,” ujarnya.
Sebagai langkah tambahan, DPRD juga mengusulkan penerapan skema rotasi tenaga medis dari perkotaan ke daerah 3T, dengan dukungan insentif khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka.
Andi menegaskan bahwa tanpa strategi jangka panjang dan berkelanjutan, krisis tenaga medis bisa menjadi penghambat utama dalam pembangunan sistem kesehatan Kalimantan Timur.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *