Ekonomi

Liburan Nataru 2025–2026, Danamon Ingatkan Masyarakat Waspada Modus Penipuan Keuangan

1534
×

Liburan Nataru 2025–2026, Danamon Ingatkan Masyarakat Waspada Modus Penipuan Keuangan

Share this article
PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui kampanye #JanganKasihCelah.

JAKARTA,suarabalikpapan.com – Momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang dinanti banyak masyarakat berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Menyikapi hal tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa liburan.
Lonjakan mobilitas, aktivitas belanja, serta transaksi digital yang meningkat tajam saat Nataru kerap menjadi celah bagi penipu. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari agen perjalanan fiktif hingga upaya pencurian data dan pembobolan rekening perbankan.
Consumer Lending Business Head Danamon, Enriko Sutarto, menegaskan bahwa pelaku kejahatan tidak mengenal waktu libur.
“Liburan memang menjadi momen untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun perlu diingat, modus penipuan tetap berjalan dan justru semakin agresif saat masyarakat lengah,” ujar Enriko, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, selama musim liburan kerap muncul berbagai modus penipuan seperti travel agent palsu, phishing, skimming ATM, QRIS palsu, hingga peretasan akun melalui penggunaan Wi-Fi dan port USB publik. Kondisi ini kerap menyasar masyarakat yang sedang bepergian dan kurang waspada.
Sebagai upaya pencegahan, Danamon secara konsisten mengedukasi nasabah melalui kampanye #JanganKasihCelah. Kampanye ini mengajak masyarakat agar lebih bijak dan cermat dalam bertransaksi, khususnya di tengah meningkatnya penggunaan kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan layanan perbankan digital.
Enriko kembali menegaskan bahwa Danamon tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun.
“Danamon tidak pernah meminta OTP, PIN, CVV, maupun akses D-Bank PRO. Jika ada pihak yang mengaku dari bank dan meminta informasi tersebut, sudah pasti itu penipuan,” tegasnya.
Selain edukasi, Danamon juga memastikan sistem keamanan data dan transaksi nasabah berjalan sesuai dengan ketentuan regulator. Nasabah yang menemukan transaksi mencurigakan atau kehilangan kartu saat berlibur diimbau segera melakukan pemblokiran melalui aplikasi D-Bank PRO atau menghubungi layanan Hello Danamon.
“Kami ingin nasabah merasa aman sebelum, selama, dan setelah berlibur. Dengan kewaspadaan bersama, liburan Nataru dapat dinikmati dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kerugian finansial,” pungkas Enriko.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *