DPRD Paser

Lima Fraksi Tanggapi Usulan 4 Raperda Pemkab Paser, Mulai Raperda Pencegahan Narkoba hingga Pembinaan Pasar

88
×

Lima Fraksi Tanggapi Usulan 4 Raperda Pemkab Paser, Mulai Raperda Pencegahan Narkoba hingga Pembinaan Pasar

Share this article
Rapat paripurna DPRD Paser menanggapi usulan 4 Raperda Pemkab Paser, di Gedung Parlemen pada Selasa (14/3/2023)

TANA PASER,suarabalikpapan.com-DPRD Paser menanggapi usulan 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemerintah Kabupaten Paser, untuk menjadi Perda dalam Rapat Paripurna di Gedung Parlemen Paser, pada Selasa (14/3/203). Tanggapan tersebut disampaikan sejumlah fraksi meliputi Fraksi PKB disampaikan Eva Sanjaya, Fraksi Demokrat oleh H Umar, Fraksi Golkar Abdul Aziz, Fraksi PDI Perjuangan Yairus Pawe dan Fraksi Indonesia Raya Sejahtera oleh H Faturrahman. Rapat dipimpin Ketua DPRD Hendra Wahyudi didampingi Bupati dr Fahmi Fadly dan Wakil Ketua DPRD Fadly Imawan dan  Sekretaris DPRD Zulkarnain Iskandar.

Fraksi PKB Eva Sanjaya mengatakan, Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sangat penting sebagai upaya menggenjot sumber pendapatan daerah guna membiayai pembangunan daerah. “Tentunya hasilnya dapat memberikan daya ungkit bagi terciptanya kualitas pelayanan umum yang lebih baik sehingga pada akhirnya memberi kemanfaatan umum secara lebih luas,” ucap Eva Sanjaya. Mengenai Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor, menurut H Umar dari Fraksi Demokrat, merupakan upaya dari pemerintah dalam mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Paser yang aman, bersih dan bebas dari peredaran narkoba.
“Pada hakikatnya Pemkab Paser diharapkan dengan adanya kepastian hukum perlawanan terhadap narkoba, dapat secara terarah dan terukur dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan narkoba di wilayah Paser,” ujarnya Fraksi Demokrat berpandangan sangatlah penting Raperda ini untuk membangun kesadaran masyarakat dalam sistem dan pedoman sehingga tercipta masyarakat atau generasi muda Kabupaten Paser yang handal dan bebas narkoba.
Mengenai Raperda Kabupaten Paser tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pengelolaan dan Pembinaan Pasar dalam Wilayah Kabupaten Paser, menurut Abdul Aziz dari Fraksi Golkar bahwa peran pasar di Paser sangat penting bagi produsen atau pemasok bahan pokok di wilayah Kabupaten Paser baik dari daerah tetangga seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Tabalong, maupun Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan.
“Kami menilai Paser posisinya strategis untuk mempromosikan atau memperkenalkan hasil pertanian, perikanan, kuliner serta bahan pokok hingga kebutuhan masyarakat lainnya,” ucap Abdul Aziz. Kemudian untuk Raperda Kabupaten Paser tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penambahan dan Penyertaan Modal pada PT Bankaltimtara, Yairus Pawe dari Fraksi PDI Perjuangan, menyoroti kemampuan Pemkab Paser untuk peningkatan akses permodalan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Paser.
“Penyertaan Modal Daerah  (PMD) setiap tahunnya telah di anggarkan. Dengan adanya penambahan modal dari Pemkab  Paser kepada PT Bank Kaltimtara diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah melalui sektor usaha masyarakat di sektor UMKM dan IKM,”ujar Yairus Pawe.
Hal serupa juga disampaikan H Faturrahman dari Fraksi Indonesia Raya Sejahtera yang memberikan tanggapan terhadap sejumlah raperda yang diusulkan Pemkab Paser tersebut.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *