DPRD Kaltim

Literasi Politik Kunci Demokrasi Daerah, Yusuf Mustafa Gelar PDD di Sepinggan

55
×

Literasi Politik Kunci Demokrasi Daerah, Yusuf Mustafa Gelar PDD di Sepinggan

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa menggelar PDD di Sepinggan Balikpapan Selatan, menekankan pentingnya literasi politik untuk meningkatkan kualitas demokrasi daerah.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Yusuf Mustafa menegaskan pentingnya literasi politik sebagai dasar utama dalam memperkuat kualitas demokrasi, khususnya di tingkat daerah. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) yang digelar di kawasan Sepinggan, tepatnya di Perumahan HER II, Balikpapan Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, demokrasi tidak hanya sebatas proses pemilu, tetapi juga mencakup pemahaman masyarakat terhadap sistem politik secara menyeluruh.
“Demokrasi tidak cukup hanya soal memilih saat pemilu. Masyarakat juga harus memahami sistem politik, hak dan kewajibannya, serta mampu mengawasi jalannya pemerintahan,” tegasnya.
Sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur, Yusuf menilai pihaknya memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran DPRD di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari edukasi politik berkelanjutan.
“DPRD harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman politik yang benar,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti PDD, diharapkan masyarakat menjadi lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Yusuf juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih menghambat kualitas demokrasi, di antaranya rendahnya partisipasi politik, maraknya hoaks, serta praktik politik uang.
Menurutnya, masalah tersebut muncul akibat belum meratanya literasi politik di masyarakat. “Hoaks dan politik uang masih menjadi ancaman serius. Masyarakat harus lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh,” katanya.
Dalam kegiatan ini turut hadir narasumber H. Sugito dan Sutarno, dengan moderator Haryono.
Sugito menjelaskan bahwa literasi politik mencakup kemampuan memahami sistem politik, mengenali hak dan kewajiban, hingga menganalisis isu publik secara kritis.
“Jika masyarakat sudah melek politik, maka pemimpin akan dipilih berdasarkan kualitas, bukan transaksi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi politik berdampak pada meningkatnya partisipasi publik, penguatan akuntabilitas pemerintah, serta stabilitas daerah.
Sementara itu, Sutarno menyoroti posisi strategis Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, kondisi ini menuntut masyarakat memiliki kesadaran politik yang tinggi agar pembangunan berjalan selaras dengan aspirasi rakyat.
“Masyarakat harus memiliki kesadaran politik yang kuat agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan rakyat,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama meningkatkan literasi politik, mulai dari pemerintah, partai politik, lembaga pendidikan, media, hingga masyarakat sipil.
Yusuf menegaskan bahwa kunci demokrasi berkualitas terletak pada masyarakat yang paham, peduli, dan aktif.
“Jika ingin demokrasi yang berkualitas, kuncinya ada pada masyarakat yang sadar dan terlibat. Literasi politik adalah fondasinya,” pungkasnya.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *