DPRD Kaltim

Mimi Pane Sosialisasi Wasbang di Telaga Sari, Sampaikan Pesan Presiden Jokowi, Indonesia Negara Besar

157
×

Mimi Pane Sosialisasi Wasbang di Telaga Sari, Sampaikan Pesan Presiden Jokowi, Indonesia Negara Besar

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Mimi Meriami BR Pane SE dari Fraksi PPP (pegang mic) didampingi narasumber dosen Fakultas Hukum Uniba Bruce Anzward saat sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, pada Jumat (16/12/2022) malam

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane, SE dari Fraksi PPP, melakukan melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Kawasan Jalan Prapatan Dalam, RT 04 Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (16/12/2022) pukul 19.00 wita.

Dalam sosialisasi tersebut, Mimi Pane didampingi narasumber dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Bruce Anzward dengan moderator Iin Rahman.

Mimi Meriami BR Pane dalam sambutanya menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika. “Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Jadi saya berharap meskipun kita berbeda-beda suku, agama maupun golongan kita tetap saling menghormati satu dengan yang lain,” kata istri dari anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah SH ini.

Pada kesempatan tersebut, Mimi Pane juga menyampaikan pesan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa Bangsa Indonesia saat ini mulai setara dengan bangsa-bangsa besar di dunia seperti negara-negara di Amerika, Eropa dan Asia. Hal ini terbukti saat Indonesia menjadi tuan rumah  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilaksanakan 15 dan 16 November 2022 di Bali dengan anggotanya mulai Amerika hingga negara-negara Uni Eropa. “Pak Jokowi tidak mau kita diintervensi. Kita harus kuat dan sejajar dengan negara-negara besar di dunia sesuai dengan Sila Kelima Pancasila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ujar Mimi.

Ia mencontohkan, gugatan Uni Eropa terhadap larangan ekspor bijih nikel pada Oktober 2022. Larangan ini diberlakukan Presiden Jokowi agar negara mendapatkan nilai tambah dari ekspor nikel yang telah diolah. “Inikan aneh nikelnya punya Indonesia. Tapi kok kita digugat karena melarang untuk diekspor, makanya Bapak Presiden tidak mau kita diintervensi,” aku Mimi.

Mimi menambahkan, selain sosialisasi Wasbang, pihaknya juga melakukan sosialisasi perda, serta melakukan reses guna menjaring aspirasi masyarakat.

Sementara itu, narasumber Dr Bruce Anzward juga menjelaskan tentang Wawasan Kebangsaan terdiri dari 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan, dulu ada Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) bagi siswa sehingga 4 pilar ini menjadi fondasi bangsa. “Dulu kita punya mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tetapi kurikulumnya dirubah oleh Kemendikbud menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Padahal mata pelajaran PMP itu bagus karena ada P4 di dalamnya yang mempelajari tentang Pancasila,” kata Bruce Anzward.

Menurutnya nilai-nilai 4 pilar di masyarakat saat ini mulai tergerus oleh teknologi seiring berkembangnya teknologi digital. “Sekarang ini anak-anak kita sudah terdoktrin dengan ponsel sehingga mungkin ada siswa yang lupa tentang Pancasila,” katanya.

Ia mengatakan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.

Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Bruce, diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap kedepan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong-royong. “Indonesia terdiri dari beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong,” katanya.

Disela-sela sosialisasi anggota DPRD Kaltim, Mimi Pane bersama narasumber Bruce Anzward melakukan sesi tanya jawab singkat terkait Wawasan Kebangsaan. Semua pertanyaan dijawab dengan lugas.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *