by

Pariwisata Tak Akan Pernah Punah, Sjachrul:Berpotensi Tingkatkan PAD

-Uncategorized-6 views

Balikpapan-Wilayah Kalimantan Timur memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan industri pariwisata. Karena terdapat spot-spot wisata alam yang sangat menarik. Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Astindo, Sjachrul Firdaus, di sela-sela uji kompetensi pariwisata di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Minggu (16/9/2018).
Menurutnya, untuk memaksimalkan potensi pariwisata tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang andal. Salah satunya pembinaan lewat balai latihan kerja (BLK) di sektor pariwisata.
“Saya melihat travel-travel agent lokal di Kaltim masih banyak kekurangan. Untuk itu, saya sarankan agar travel-travel agent cukup besar di pusat yang punya cabang di Balikpapan bisa dimanfaatkan untuk pelatihan-pelatihan asesor di sektor pariwisata. Soalnya, mereka itu punya kualifikasinya cukup tinggi,” terangnya.
Menurutnya, SDM travel-travel agent lokal di Kaltim ini perlu diupgrade guna memaksimalkan bisnis travelnya secara lokal, terutama dalam membantu sektor pariwisata.
“Pariwisata itu tidak akan punah, karena selama masih ada kehidupan pariwisata tetap dibutuhkan. Makanya pemerintah telah mencanangkan tahun depan pariwisata harus menjadi pemasok devisa nomor satu,” tandasnya.
Ia menilai, sebenarnya sektor pariwisata lebih cepat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Soalnya kalau pariwisatanya maju, orang datang ke Kaltim pasti banyak sehingga meningkatkan PAD. Sekarang ini promosi wisata semakin mudah. Apalagi dengan adanya media sosial, dengan orang-orang berselfie-ria pada tulisan yang terpampang di bandara dan tempat lain, misalnya ada tulisan welcome to Balikpapan nah secara tidak langsung sudah mengajak orang datang ke kota ini,” kata Sjachrul.
Menurutnya, hal itu, baru dari sisi tulisan belum dari sisi objek wisatanya.
“Kalimantan itu memiliki hutan yang luas dan bisa dijadikan obyek wisata. Contoh ada orang yang membangun tempat camping di hutan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas hotel layaknya bintang lima sehingga banyak orang berbondong-bondong membeli paket wisata ke dalam hutan itu,” terangnya.
Ia menuturkan, di Israel saja yang setiap hari terjadi peperangan orang-orang masih mau berwisata ke sana, padahal ancamanya nyawa. Apalagi di tempat yang nyaman seperti di pulau Kalimantan.
“Untuk mengemas pariwisata ini dibutuhkan kemasan yang baik oleh tenaga SDM yang mumpuni. Makanya saya setuju jika pemerintah dan dunia industri berjalan sama-sama. Mungkin ada pengelolaan pariwisata pemerintah tidak tau, tapi industri yang tau karena industri inikan bisnis, jadi ditekuni secara terus menerus tapi kalau pemerintah baru saja menjabat langsung dipindah. Jadi orang yang menangani pariwisata ini berganti-ganti akhirnya program kerjanya tidak tuntas,” tandasnya
Kedepan Sjachrul menyarankan kepada pemerintah daerah agar membuat modul-modul pelatihan untuk pengembangan industri pariwisata di daerah.
“Modul pelatihan ini bisa dilaksanakan setiap tahun bagi stakeholder pariwisata. Karena saya melihat kekayaan alam Kaltim berpotensi menjadi industri pariwisata,” pungkasnya.(sb-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *