DISDAG BALIKPAPAN

Pemkot Balikpapan Minta Polda Kaltim Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Beras Premium di Atas HET

166
×

Pemkot Balikpapan Minta Polda Kaltim Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Beras Premium di Atas HET

Share this article
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo berfoto bersama di sela-sela Rakor Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Bapokting bersama sejumlah distributor dan Satgas Pangan Polda Kaltim, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap kenaikan harga beras premium yang kini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meminta agar fenomena tersebut ditelusuri secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya kenaikan harga sejak di tingkat distributor luar daerah.
Hal itu disampaikan Bagus saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) bersama sejumlah distributor dan Satgas Pangan Polda Kaltim, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (29/10/2025).
Menurut Bagus, salah satu faktor penyebab harga beras premium di Balikpapan melampaui HET bisa jadi berasal dari harga dasar yang sudah tinggi di tingkat distributor utama di daerah pemasok seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan/Sulawesi Tenggara.
“Kalau kita tanya distributor, mereka sering menjawab bahwa modal awal untuk beras premium sudah di atas HET. Saya berharap ini bisa dicek antar-Polda, apakah benar di Jawa Timur atau Sulawesi harga beras premium memang sudah melebihi HET,” ujar Bagus.
Bagus menegaskan, pemerintah memahami bahwa distributor berhak memperoleh keuntungan yang wajar. Namun demikian, perlu dilakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi beras menuju Kalimantan Timur agar harga tidak terus naik.
“Kita maklumi distributor tentu tidak boleh rugi. Tapi kalau harga di daerah asal bisa dikendalikan, maka saat tiba di Kaltim seharusnya bisa tetap sesuai HET, bukan justru melebihi,” jelasnya.
Dalam Rakor tersebut, turut hadir para distributor bahan pokok, perwakilan dinas terkait, serta Satgas Pangan Polda Kaltim.
Bagus meminta agar Polda Kaltim segera berkoordinasi dengan kepolisian di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan guna menelusuri sumber kenaikan harga beras premium.
“Kami berharap Polda Kaltim bisa berkoordinasi dengan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Jika di daerah asal bisa dikendalikan, maka di sini harga juga akan ikut stabil,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan berharap langkah investigasi lintas daerah ini dapat membantu menekan harga beras premium agar kembali sesuai HET, tanpa merugikan pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.
Kenaikan harga beras premium di Balikpapan menjadi perhatian serius Pemkot. Melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum dan distributor, pemerintah daerah berupaya memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *