by

Perda Pendidikan Baca Tulis Alquran Kabupaten Paser Segera Disahkan

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Panitia khusus (Pansus) III DPRD Paser menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para OPD terkait membahas tentang substansi dan konteks Raperda pendidikan baca tulis Alquran secara komprehensif sehingga dapat disetujui menjadi Perda, pada Senin (27/12/2021).

RDP yang digelar di ruang rapat Bapekat Sekretariat DPRD Paser ini dipimpin Ketua Pansus III HM Jarnawi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Romif Erwinadi, anggota Pansus  H Fathur Rahman dan H Lamaludin serta instansi terkait lainya.

Ketua Pansus III HM Jarnawi mengatakan, untuk Raperda ini telah rampung dan telah disahkan Kemenkum-HAM. “Tinggal menunggu selangkah lagi untuk finalisasi yaitu disahkan Pemerintah Daerah melalui sidang paripurna,”ujarnya.

Jarnawi menuturkan, raperda tersebut proses pengumpulan data dari berbagai daerah untuk bahan pertimbangan dan tidak menemukan masalah. “Ada beberapa revisi sedikit dari Kemenag Paser, dan juga ada beberapa pasal per pasal namun tidak terlalu urgen untuk dilakukan revisi,” akunya

Jarnawi menjelaskan, pada dasarnya Paser merupakan daerah yang sangat religius. Jadi tujuan raperda inisiatif dari DPRD ini agar anak-anak di Paser kedepannya dapat membaca dan menulis Alquran. “Diharapkan anak-anak di Paser dapat fasih membaca serta menulis Alquran,” harapnya.

Usai disahkan Raperda tersebut menjadi Perda, kata Jarnawi diharapkan dapat berjalan seperti yang dilakukan beberapa daerah di luar Paser. “Mungkin untuk raperda inidapat segera disahkan karena tidak ada lagi kendala,” ucapnya.

Sedangkan untuk raperda perlindungan dan kelestarian adat budaya Paser, Jarnawi menambahkan saat ini sedang proses penggodokan dan segera masuk di KemenkumHAM, tinggal proses finalisasi selanjutnya. Diharapkan dengan adanya Raperda ini kearifan lokal terkait corak batik Paser, mas togok, bahasa Paser, dapat di terapkan di dunia pendidikan di Paser.

“Artinya ada nilai budaya kearifan lokal yang dinaungi oleh Perda terkait budaya Paser khususnya, karena ini berada di daerah Paser jadi yang harus digali tanpa meninggalkan budaya nasional yaitu budaya kearifan lokal Paser,” jelasnya.

Untuk pengesahan 2 raperda tersebut menjadi perda kata Jarnawi masih menunggu dari Pemerintah Daerah. “Kami optimis di 2022, sudah dapat disahkan 2 raperda tersebut dan dapat diterapkan,” ucapnya.

Untuk penerapan 2 Raperda tersebut usai disahkan menjadi perda, Jarnawi menambahkan,secara teknis karena ini sudah masuk ranah eksekutif bukan legislatif lagi. “Akan kami serahkan ke Pemerintah Daerah untuk penerapannya di lapangan,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini