TANA PASER,suarabalikpapan.com-Indahnya pemandangan puncak Gunung Meliat di kawasan Desa Songka dan Desa Busui Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser menarik perhatian Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Paser.
Ketua Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Paser, Hamdi Widadi, mengatakan, objek wisata alam ini cukup banyak dikunjungi wisatawan tetapi medan yang dilalui cukup berat sebab harus menyeberangi anak Sungai Kandilo menggunakan sampan warga setempat dengan melalui melalui perkebunan karet dan ladang milik warga. ” Kurang lebih dua jam perjalanan menuju kawasan tersebut,” kata Hamdi, kepada media ini, Minggu (30/5/2021)
Ia mengungkapkan, untuk mengunjugi objek wisata ini akan melalui trek cukup panjang dan menantang melaui jalan tanah yang licin berhadapan dengan tebing dengan sedikit melakukan rock climbing. “Apabila dalam kondisi hujan harus sedikit berhati-hati, namun setelah sampai di puncak pemandangan alamnya sangat luar biasa indahnya,” aku Hamdi.

Menurutnya, Gunung Meliat merupakan wisata alam cukup menarik yang perlu dikelola oleh pemerintah daerah sebab trek yang dilalui hutan alami tetapi tidak ada pos-pos tempat istirahat serta minimnya pasokan air bersih sehingga pendaki harus membawa sendiri.
Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Khusus dan Bina Budaya DPC HPI Kabupaten Paser, Darwansa, menurutnya Gunung Meliat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dunia yang saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Seperti Desa Ponggok Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa ini ini menghasilkan miliaran rupiah dari objek wisata yang dikelola oleh Bumdes sehingga dapat membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya.(sb-06)












