Kabupaten Paser

Teken MoU Soal Kelapa Sawit, Bupati Fahmi Ajak Yayasan Kehati dan Kawal Borneo Bawa Investor ke Paser

103
×

Teken MoU Soal Kelapa Sawit, Bupati Fahmi Ajak Yayasan Kehati dan Kawal Borneo Bawa Investor ke Paser

Share this article
Bupati Paser dr Fahmi Fadli bertukar cinderamata usai melakukan penandatangan MoU dengan Yayasan Kehati dan Kawal Borneo

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Bupati Paser dr Fahmi Fadli membuka secara resmi kegiatan Workshop Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan yang dilaksanakan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Yayasan Kawal Borneo, di Ball Room Hotel Kriyad Sadurengas, pada Kamis (10/6/2021).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dukungan kelapa sawit oleh Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Ketua Yayasan Kehati Riki Frindos dan Ketua Yayasan Kawal Borneo Mukti Ali.

Penandatanganan MoU guna mengintegrasikan tugas dan fungsi Pemkab Paser, Yayasan Kehati dan Yayasan Kawal Borneo dalam implementasi program dukungan bagi kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia, terutama di wilayah Kabupaten Paser.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan, MoU tersebut memiliki dampak positif bagi Kabupaten Paser, terutama bagi pelaku pekebun kelapa sawit. “Semua pihak memiliki peranan untuk memperlancar program yang saat ini kita jalin bersama Yayasan Kehati dan Yayasan Kawal Borneo. Sebab dengan adanya kerjasama ini akan berdampak pada pelaku pekebun dan perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Paser,” kata dr Fahmi Fadli.

Dijelaskannya, bahwa dalam kerja sama ini salah satu poin yang disepakati  berkaitan dengan peningkatan kemitraan petani sawit dengan pihak perusahaan. Sehingga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit di  Kabupaten Paser. “Bukan hanya kemitraan saja, tapi berbagai sektor akan diupayakan agar berdampak pada peningkatan kualitas. Karena dengan kerja sama ini akan ada perlindungan dan penguatan perkebunan kelapa sawit. Mulai dari kestabilan harga, pemenuhan kebutuhan TBS,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa saat ini Kabupaten Paser juga harus berpikir potensi perekonomian selain dari pertambangan. Sebab pertambangan merupakan sektor perekonomian dalam kategori sumber daya yang tidak bisa diperbaharui. “Selain pertambangan, sektor perkebunan, pertanian, perkebunan, merupakan sektor andalan Kabupaten Paser. Sektor-sektor ini perlu dikuatkan. Mengingat sektor tambang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa untuk saat ini Kabupaten Paser juga harus mempersiapkan diri guna menyambut Ibu Kota Negara (IKN) yang direncanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Tentu hal tersebut dapat berdampak pada terbukanya peluang dan kesempatan bagi Kabupaten Paser. Untuk itu ia juga berharap dengan adanya nota kesepahaman tersebut dapat menjadi salah satu dukungan action daerah bersama stakeholder terhadap IKN.

“Kabupaten Paser akan menjadi daerah penyangga bagi calon IKN. Tentu ini berdampak terbukanya peluang dan kesempatan bagi daerah kita untuk mendukung baik dari sosial, ekonomi dan politik. Semoga perjanjian nota kesepahaman kita ini, dapat menjadi salah satu dukungan action daerah bersama stakeholder terhadap kesiapan daerah jika nantinya IKN dipindah,” harapnya.

Bupati paser juga menekankan agar pelaksanaan perjanjian kerjasama tersebut tidak hanya sebatas pada mencari hasil panen dari buah sawit saja. Ia meminta agar dengan adanya kerjasama tersebut bisa mewujudkan pabrik pengolahan yang bisa menghasilkan produk akhir dari kelapa sawit. “Kami minta kerjasama ini bukan hanya sekadar mencari hasil dari panen buah kelapa sawit, tapi kami sangat berharap jika kerjasama ini bisa mewujudkan pabrik pengolahan buah kelapa sawit,” tegasnya.

Untuk itu ia juga menyampaikan bahwa, saat ini Pemkab Paser juga sangat terbuka pada setiap investor yang berminat untuk berinvestasi di Kabupaten Paser. “Kami harapkan dari Yayasan Kehati dan Yayasan Kawal Borneo bisa membawa investor dari luar untuk berinvestasi di Kabupaten Paser sehingga juga dapat membuka peluang usaha dan pekerjaan di Kabupaten Paser,” pungkasnya.(adv/sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *