
SANGATTA,suarabalikpapan.com-Ketua DPRD Kutai Timur dari Fraksi PPP Joni mengaku belum menerima salinan buku APBD Kutim tahun anggaran 2021. Menurut dia, buku tersebut belum diterima di tangannya hingga Mei 2021 ini dimungkinkan karena beberapa hal. “Biasanya memang pas pertengahan tahun sudah dikasih buku APBD,” ucap Joni kepada awak media, pada Jumat (21/5/21).
“Mungkin belum dikasih buku APBD karena menurut saya pekerjaan-pekerjaan fisik belum dimulai. Baru kegiatan yang operasional saja yang sudah, itu info yang saya ketahui sejauh ini,” lanjutnya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kutim dari Fraksi PDI Perjuangan, Faizal Rachman, turut membenarkan bahwa dirinya maupun fraksinya juga belum menerima buku APBD Kutim 2021. “Sampai saat ini saya dan Fraksi PDI Perjuangan belum menerima buku APBD Kutim 2021 itu. Padahal ini harusnya disampaikan kepada kami,” ungkap Faizal lagi kepada awak media, Kamis (20/5/21).
Dirinya berharap, agar transparansi keterbukaan pemerintahan bisa dilakukan dengan maksimal, sehingga buku APBD 2021 bisa turut dibagikan kepada anggota DPRD Kutim segera, untuk menggugurkan kewajiban.
“Saya berharap kita juga bisa menjalankan roda pemerintahan yang berazaskan transparansi, agar kami anggota DPRD juga bisa melihat dan melakukan controlling sebagai fungsi dewan. Sebab, anggaran kita ini juga semestinya bisa juga diakses oleh publik melalui jaringan internet sebagai bentuk transparansi itu,” harap Faizal.
Dirinya mengaku siap bekerja sama dengan pemerintah dalam melakukan pembangunan daerah yang berkeadilan, dengan memaksimalkan fungsi APBD tiap tahunnya. “Dengan begitu, saya harap tidak ada hutang-piutang lagi di Kutim yang berangsur-angsur dari tahun ke tahun. Pokoknya kami siap bekerja sama melakukan fungsi kami sebagai dewan ini,” ucap Faizal. (adv/sb-04)












