Uncategorized

Ahmad Rosyidi Soroti Balikpapan ‘Kota Minyak’ Tapi Langka BBM Jenis Solar

229
×

Ahmad Rosyidi Soroti Balikpapan ‘Kota Minyak’ Tapi Langka BBM Jenis Solar

Share this article
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Periode 2014-2019 Ahmad Rosyidi

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Sungguh ironis Kota Balikpapan sebagai tempat pengolahan bahan bakar minyak (BBM) yaitu di kilang milik PT Pertamina Refinery Unit (RU) V tapi kotanya kerap mengalami kelangkaan BBM terutama jenis solar.

Hal itu mendapat sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Kaltim Periode 2014-2019, Ahmad Rosyidi Em.S, S.Pd.I, M.Pd. Menurutnya, kelangkaan BBM jenis solar ini harus segera diatasi. “Saya berharap teman-teman anggota DPR dan DPD RI Dapil Kaltim memperjuangkan ke pemerintahan pusat untuk menambah kuota BBM bagi Balikpapan dan Kaltim pada umumnya,” ujarnya kepada media ini, lewat ponselnya, pada Jumat (25/03/2022).

Menurutnya, semua pejabat Kaltim di pusat harus bergerak dan berjuang untuk mengatasi permasalahan ini sekaligus mengawasi solar subsidi untuk rakyat. “Harus ada penanganan secara serius. Jangan main kucing-kucingan. Soalnya kalau itu terjadi maka kelangkaan BBM pasti terus terjadi,” ujar pria yang akrab disapa Ustad Ahmad Rosyidi (UAR) ini.

“Pada waktu saya masih menjabat anggota DPRD Kaltim, sudah beberapa kali saya melakukan intrupsi terkait masalah kelangkaan BBM jenis solar dan masalah ini menjadi laporan reses saya. Tetapi entah kenapa sampai sekarang belum ada hasilnya hingga terjadi demo kemarin. Inikan sangat lucu, kota minyak kok BBM jenis solar langka. Jadi ibarat ayam mati di tengah lumbung padi,” sindirnya.

Dirinya meminta kepada pihak terkait untuk mencarikan solusi secepatnya agar tak ada lagi antrean solar berkepanjangan. Apalagi Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sehingga harus dilakukan pengawasan super ketat terhadap penggunaan solar jangan sampai terindikasi penimbunan yang bisa dijerat pidana sesuai Pasal 23 dan 53 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Seharusnya Kaltim harus mencontoh di Pulau Jawa yaitu SPBU-nya menunggu kendaraan. Tapi kalau di Kaltim kendaraan yang menunggu  di SPBU. Hal ini terjadi ketimpangan yang seharusnya tidak boleh terjadi,” akunya.

Dirinya menambahkan, proyek pembangunan IKN belum dimulai tetapi sudah ada permasalahan seperti kelangkaan BBM ini. “Sebaiknya IKN ditunda dulu apabila pemerintah belum siap mengatasi masalah kelangkaan dan distribusi BBM sebab akan menambah beban bagi Kaltim. Kami berharap Kota Balikpapan salah satu kota penyangga IKN jangan sampai terjadi kelangkaan BBM terutama jenis solar yang banyak digunakan oleh kendaraan pengangkut barang kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *