BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Soekarno-Hatta KM 15, Kelurahan Karangjoang, Balikpapan Utara, semakin memprihatinkan. Sepanjang tahun, antrean truk yang hendak mengisi solar kerap terlihat semrawut tanpa penanganan yang memadai.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan berat mengular hingga ke badan jalan. Situasi ini menyebabkan kendaraan pribadi maupun roda dua kesulitan mengakses area SPBU, bahkan memicu kemacetan di ruas utama tersebut.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan Balikpapan Utara, Syarifuddin Oddang, menilai kondisi tersebut sangat ironis. Ia mempertanyakan minimnya peran instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), dalam mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.
Menurutnya, antrean truk yang panjang hingga menutup sebagian jalan menunjukkan lemahnya pengawasan dan penertiban. “Seharusnya ada langkah konkret untuk mengatur arus kendaraan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Tidak hanya itu, muncul pula kekhawatiran adanya indikasi penimbunan BBM subsidi oleh oknum tertentu.
Ketua DPD Partai Hanura Kota Balikpapan tersebut mendesak pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan. Ia meminta adanya pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
Oddang berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menertibkan antrean di SPBU KM 15. Penataan sistem antrean serta pengaturan lalu lintas dinilai penting agar pelayanan kembali normal dan tidak merugikan masyarakat.
“Penanganan serius diperlukan agar kondisi ini tidak terus berlarut dan dapat kembali tertib seperti semula,” tegasnya.(sb-03)
Antrean Solar Semrawut di SPBU KM 15 Balikpapan, DPRD Desak Penertiban untuk Cegah Konflik












