BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan hingga kini masih menggunakan seragam dinas yang telah berusia bertahun-tahun. Kondisi tersebut terjadi karena usulan pengadaan seragam baru yang diajukan BPBD selama tiga tahun terakhir belum juga terealisasi.
Di tengah tugas berat menangani kebakaran, bencana alam, hingga berbagai situasi darurat lainnya, sejumlah personel BPBD terpaksa bertugas dengan seragam yang sudah lusuh dan warnanya memudar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi seragam yang mulai usang terlihat saat personel BPBD mengikuti berbagai kegiatan resmi, seperti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan, maupun agenda kedinasan lainnya.
Salah seorang personel BPBD Balikpapan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir tidak pernah ada pembagian seragam dinas baru, termasuk perlengkapan penunjang seperti sepatu.
“Sudah tiga tahun kami tidak menerima pembagian seragam dinas dari kantor,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian anggota akhirnya mengambil inisiatif untuk membeli perlengkapan dinas secara mandiri menggunakan dana pribadi agar tetap tampil rapi saat menjalankan tugas.
“Mau tidak mau kami membeli sendiri, mulai dari baju, celana, emblem, hingga topi atau baret agar terlihat lebih rapi,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai cukup memprihatinkan mengingat BPBD merupakan instansi yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana dan kebakaran di wilayah Kota Balikpapan.
Saat ini, BPBD Balikpapan memiliki sekitar 340 personel yang tersebar di enam kecamatan dan bertugas memberikan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, membenarkan bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan perlengkapan personel yang belum terpenuhi secara optimal.
Menurutnya, pengadaan seragam dinas menjadi salah satu kebutuhan yang terus diusulkan kepada DPRD Kota Balikpapan dalam tiga tahun terakhir, namun belum mendapatkan realisasi anggaran.
“Sudah tiga tahun kami mengusulkan pengadaan seragam dinas ke DPRD Kota Balikpapan, tetapi belum pernah terealisasi,” ujar Usman lewat sambungan telepon seluler, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa selama periode tersebut tidak ada pergantian seragam dinas bagi anggota BPBD sehingga sebagian personel masih menggunakan seragam lama yang kondisinya sudah tidak layak.
Menanggapi persoalan tersebut, Koordinator Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengatakan bahwa belum terealisasinya pengadaan seragam dinas BPBD bukan karena diabaikan, melainkan akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan program-program yang masuk kategori kebutuhan mendesak atau prioritas utama.
“Persoalan usulan seragam dinas BPBD yang belum terealisasi sampai tiga tahun anggaran ini kami anggap masuk prioritas kedua. Saat ini pemerintah daerah masih mengutamakan program-program yang masuk skala prioritas di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas,” kata Taqwa, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kebutuhan operasional seperti anggaran makan dan minum, kegiatan rapat, serta pengadaan seragam dinas masih berada dalam kelompok prioritas kedua dalam pembahasan anggaran daerah.
Meski demikian, DPRD mengaku tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan personel BPBD karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas di lapangan.
Taqwa menegaskan bahwa persoalan pengadaan seragam dinas akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan anggaran murni maupun anggaran perubahan yang akan datang.
Menurutnya, peluang pengadaan seragam secara bertahap tetap terbuka selama BPBD mengajukan kebutuhan tersebut secara resmi dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Jika memang kebutuhan tersebut dinilai penting bagi BPBD, maka bisa saja dianggarkan secara bertahap sepanjang dinas terkait mengajukan usulan dan kebutuhannya secara resmi,” ujarnya.
Harapan kini tertuju pada pembahasan anggaran mendatang agar kebutuhan dasar personel BPBD, termasuk seragam dinas dan perlengkapan pendukung lainnya, dapat segera dipenuhi demi menunjang pelayanan maksimal kepada masyarakat.(sb-02)
Usulan Tiga Tahun Belum Terealisasi, BPBD Balikpapan Gunakan Seragam Lusuh












