Kota Balikpapan

Rusianto Dukung Ormas Tolak Mayoritas Pekerja IKN  dari Luar Daerah

99
×

Rusianto Dukung Ormas Tolak Mayoritas Pekerja IKN  dari Luar Daerah

Share this article
Politisi Partai Gerindra H Rusianto

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Sekitar 16 ribu pekerja akan menggarap proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Namun, sayangnya mayoritas pekerja tersebut berasal dari luar Kaltim. Menurut politisi Gerindra H Rusianto, seharusnya para pekerja IKN diprioritaskan pekerja lokal yang berada di kawasan dan sekitar IKN seperti PPU, Paser, Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Terutama pekerja non-skill atau pekerja kasar. “Saya berharap para pengusaha  memprioritaskan para pekerja yang berada di ring satu IKN seperti PPU, Paser, Kukar dan Balikpapan khususnya pekerja non-skil. Nah, kalau tidak cukup baru didropping dari luar,”kata Rusianto kepada media ini, lewat ponselnya, Sabtu (11/2/2023) siang. Untuk itu, kata Rusianto, dirinya sangat mendukung apabila ada sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di Kaltim yang menolak kedatangan pekerja luar di IKN. “Jadi diutamakan dulu pekerja non skil di Kaltim baru skill supaya tidak terjadi kecemburuan sosial,” ujarnya. Itulah, kata Rusianto, peran dari pemerintah daerah khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kaltim untuk rutin menggelar pelatihan kerja kepada warga Kaltim agar mudah untuk memperoleh lapangan pekerjaan khususnya di IKN. “Mungkin sebelum Kaltim ditetapkan sebagai IKN pelatihan tenaga kerja masih minim, tapi setelah IKN harus ditingkatkan karena kebutuhan tenaga kerja sangat besar,” aku Rusianto. Selain itu, dirinya mengusulkan kepada pengusaha yang terlibat dalam pembangunan IKN agar memberikan pelatihan-pelatihan bagi pekerja non skill di Kaltim. “Pembangunan IKN inikan waktunya cukup lama. Jadi waktu untuk memberikan pelatihan cukup banyak. Kami sich bukan menghambat pembangunan IKN justru kamu mendukung, tapi tolonglah warga kami diberi kesempatan untuk bekerja di IKN supaya ekonomi mereka mengalami peningkatan,” pinta Rusianto. Sebelumnya diberitakan sejumlah Ormas di Kaltim seperti Aliansi Gerakan Suara Rakyat Kaltim Nusantara (Gaskan) yang di dalamnya terdiri dari unsur Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Balikpapan, KNPI Penajam Paser Utara (PPU), KNPI Kutai Kartanegara (Kukar), organisasi Cipayung Kaltimtara dan BEM Nusantara Kaltim menyatakan menolak kedatangan tenaga kerja dari luar daerah tersebut. Salah satu tuntutan mereka yakni meminta pemerintah pusat serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di tanah Kaltim dalam rangka mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di IKN.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *