BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Antrean panjang kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan belakangan ini. Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang.
“Pertamina sebagai pengelola SPBU harus mampu mengatur distribusi BBM agar tidak terjadi antrean. Belakangan ini SPBU di Balikpapan yang seharusnya tutup pukul 21.00 WITA dipercepat menjadi pukul 19.09 WITA sehingga antrean kendaraan cukup panjang sangat menganggu pengguna jalan,”kata anggota DPRD Dapil Balikpapan Selatan ini kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (7/11/2023). Politisi Partai NasDem ini mengingatkan kepada Pertamina bahwa Balikpapan sebagai pengelola BBM seharusnya tidak terjadi antrean BBM. Apalagi Balikpapan saat ini sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Adanya keterbatasan BBM membuat pengecer menaikan seenaknya BBM. Biasanya harga normal di tingkat eceran Rp12.000 perliter, tapi sekarang ada pengecer yang menjual Rp13.000 sampai Rp13.500 per liter,” katanya.
Ia juga berharap kondisi ini mendapat perhatian dari OPD terkait di lingkungan Pemkot Balikpapan supaya pengecer tidak seenaknya menaikan harga BBM.
“Jadi pemkot juga perlu mengawasi harga BBM di pasaran agar pengecer tidak seenaknya menaikan harganya,” harap Parlindungan.(sb-03).












