Kota Samarinda

Andi Harun Akui Penanganan Banjir di Samarinda Belum Tuntas

87
×

Andi Harun Akui Penanganan Banjir di Samarinda Belum Tuntas

Share this article
Wali Kota Samarinda Andi Harun membawakan sambutan di sela-sela penyerahan bantuan program Probebaya di Perumahan Bumi Sempaja, Jumat (6/9/2024).

SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Meski sudah tiga tahun Andi Harun menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, masalah banjir di kota ini belum sepenuhnya teratasi. Beberapa wilayah masih terendam setiap kali hujan deras mengguyur, meskipun berbagai upaya telah dilakukan.
Andi Harun mengakui bahwa penanganan banjir belum mencapai hasil maksimal, terutama karena masa jabatannya yang lebih singkat, yakni tiga tahun. Hal ini lebih pendek dari periode normal yang biasanya berlangsung lima tahun.
Menurutnya, keterbatasan waktu menjadi salah satu faktor penghambat dalam menangani kompleksitas masalah banjir di kota sebesar Samarinda.
“Saya memohon maaf jika penanganan banjir belum tuntas, tetapi kami sudah banyak berupaya dan sejumlah wilayah mengalami perubahan signifikan,” ujarnya saat menyerahkan bantuan program Probebaya di Perumahan Bumi Sempaja, Jumat (6/9/2024).
Ia menambahkan, beberapa wilayah, terutama di Samarinda Utara dan sekitar Sungai Pinang, masih memerlukan perhatian lebih. Salah satu kendala utama dalam penanganan banjir adalah lahan milik Pemprov Kaltim yang berada di kawasan rawan banjir.
Lahan seluas 12 hektare tersebut rencananya akan dijadikan polder untuk mengendalikan banjir, namun hingga kini belum ada persetujuan dari pihak pemprov.
Andi Harun berencana mengirim surat kepada Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, untuk mengajukan usulan pembangunan polder di atas lahan tersebut.
“Jika lahan itu milik Pemkot Samarinda, tentu kami langsung mengerjakannya,” tambahnya.
Dengan sisa waktu masa jabatannya, Andi Harun berharap usulan ini dapat segera terealisasi guna mengurangi banjir yang terus menjadi ancaman bagi warga Kota Tepian.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *