BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Pembukaan lahan mangrove di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, telah memicu keresahan di kalangan warga setempat. Pasalnya, pembabatan hutan tersebut menyebabkan banjir saat hujan lebat, terutama di lingkungan RT 11, 12, 13, dan 14.
Lurah Graha Indah, Arief Rachman, mengungkapkan bahwa banjir yang melanda daerah tersebut diduga akibat pembukaan hutan yang mengubah aliran air.
“Air meluap hingga memasuki rumah warga ketika hujan turun,” jelasnya saat meninjau lokasi bersama Ketua RT dan warga pada Senin (21/10/2024).
Arief Rachman menambahkan bahwa pihak kelurahan telah melakukan koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk mencari solusi atas masalah ini.
Sebelumnya, kelurahan juga telah melakukan mediasi antara warga dan manajemen PT 52 Pressindo, perusahaan yang membuka lahan mangrove untuk pembangunan. Namun, beberapa poin dalam mediasi tersebut belum mencapai kesepakatan yang memuaskan bagi warga.
“Kami meminta kepada OPD terkait untuk segera membantu dan meninjau lokasi untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Arief.
Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang. Menurutnya, sebelum pembukaan lahan, warga tidak pernah mengalami banjir. Namun, setelah adanya pematangan lahan, air meluap hingga ke perumahan. Ia menyayangkan kurangnya pembatas dan fasilitas yang memadai, seperti bozem, selama proses pematangan lahan.
“Saat peninjauan, kami melihat bahwa tidak ada pembatas yang dibuat saat pematangan lahan, sehingga terlalu dekat dengan bibir parit. Kami mendorong OPD untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi untuk menuntaskan masalah ini,” pungkas anggota DPRD dari Dapil Balikpapan Utara ini.
Dengan meningkatnya keresahan di masyarakat, diharapkan tindakan cepat dari pihak berwenang dapat mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pembabatan lahan mangrove ini.(sb-03)
Warga Graha Indah Resah Akibat Pembabatan Lahan Mangrove yang Menyebabkan Banjir












