BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – SKK Migas mencatatkan pencapaian luar biasa dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Eni Rapak yang berhasil melampaui target produksi minyak dengan angka luar biasa, yakni 384%. Pencapaian ini memberikan sorotan positif bagi upaya peningkatan produksi minyak nasional, di tengah beberapa KKKS lainnya di Kalimantan Sulawesi (Kalsul) yang tidak dapat memenuhi target produksi mereka.
Namun, di sisi lain, KKKS Eni Makassar mengalami penurunan produksi yang signifikan. Penurunan ini diduga disebabkan oleh kendala teknis, meskipun rincian masalah tersebut belum dijelaskan secara detail oleh pihak Eni.
Kendala ini, beserta capaian produksi yang lebih spesifik, masih menjadi hal yang ingin diketahui oleh publik dan media.
Sayangnya, Eni, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan minyak terbesar di Kalsul, belum memberikan informasi yang cukup terkait capaian produksinya.
Fernandes, perwakilan dari KKKS Eni, memberikan tanggapan yang kurang memadai saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (19/12/2024).
Menurutnya, mereka tengah berkomunikasi dengan tim SKK Migas dan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan informasi.
“Kami masih menunggu jawaban dari tim teknis terkait detail angka yang ditanyakan. Beberapa key person sudah mulai cuti akhir tahun, sehingga informasi belum bisa kami sampaikan sepenuhnya,” ujarnya.
Sebagai salah satu KKKS dengan produksi migas terbesar di Kalsul, sangat disayangkan bahwa Eni belum siap menyediakan data yang dibutuhkan. Respons Humas Eni yang terkesan gagap dalam penyiapan informasi menjadi sorotan, mengingat ekspektasi publik terhadap transparansi informasi yang diharapkan dapat segera disampaikan.
Hingga saat ini, pihak Eni belum memberikan informasi yang diminta, dan situasi ini menimbulkan kekecewaan bagi media dan publik yang berharap adanya kejelasan terkait capaian produksi mereka.(sb-02)












