KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Tenggarong Fokus pada Pembangunan Drainase untuk Atasi Banjir

64
×

Tenggarong Fokus pada Pembangunan Drainase untuk Atasi Banjir

Share this article
Camat Tenggarong Sukono

KUTAI KARTANEGARA, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kecamatan Tenggarong terus berupaya menyelesaikan masalah banjir yang sering melanda berbagai wilayah dengan memprioritaskan pembangunan drainase. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan masyarakat terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek ini berjalan dengan efektif dan memberikan solusi jangka panjang.
Camat Tenggarong, Sukono, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir melalui perencanaan dan pembangunan drainase yang lebih baik. Menurutnya, koordinasi yang baik antara Dinas PU, kelurahan, RT, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan hasil yang maksimal dan mencegah masalah baru.
“Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar pembangunan drainase berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkap Sukono.
Pada tahun 2025 ini, beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengerjaan drainase meliputi Jalan Udang dan Jalan Mawar, yang merupakan kelanjutan dari proyek drainase sebelumnya. Selain itu, proyek penanganan banjir juga telah selesai di beberapa titik strategis, termasuk area sekitar Stadion Aji Imbut.
Berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian serius dalam penanganan banjir, seperti di sekitar Stadion Rondong Demang, juga terus diupayakan penyelesaiannya. Penyempitan pintu air menjadi salah satu penyebab banjir di daerah ini. Namun, dengan pembukaan aliran air baru, genangan di sekitar kawasan Sepontan hingga Stadion mulai berkurang.
Tahun ini, fokus pembangunan drainase akan lebih diarahkan ke Kelurahan Timbau, Kelurahan Panji, dan Maluhu. Penataan infrastruktur di kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga dan mengurangi potensi banjir. Proyek ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menata Kota Tenggarong agar lebih tertata rapi dan bebas banjir.
Selain penanganan banjir, pemerintah Kecamatan Tenggarong juga tengah menyusun rencana pengembangan Kota Tenggarong sebagai destinasi wisata dan kuliner. Seiring dengan berkembangnya pusat kuliner di Tenggarong, terutama pada malam hari, kota ini mulai dikenal seperti kawasan wisata kuliner di Yogyakarta, seperti halnya Malioboro.
“Saat ini, Tenggarong sudah terlihat seperti kawasan wisata kuliner yang ramai, mirip dengan Malioboro di Yogyakarta. Kami ingin menciptakan kota yang tidak hanya bebas banjir tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang kuat,” tambah Sukono.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor UMKM, diharapkan pembangunan infrastruktur yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *