DPRD Balikpapan

Cuaca Ekstrem di Balikpapan, Yusri Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Alam

65
×

Cuaca Ekstrem di Balikpapan, Yusri Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Alam

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Yusri, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini, seperti cuaca panas yang tiba-tiba berubah menjadi hujan deras, dapat memicu bencana seperti kebakaran dan tanah longsor.
Yusri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Perubahan suhu yang drastis dari panas terik ke hujan deras berisiko menimbulkan bencana, terutama di daerah-daerah yang rawan, seperti kawasan lereng bukit dan wilayah padat penduduk.
“Cuaca belakangan ini sering berubah-ubah, kadang panas terik, lalu tiba-tiba hujan deras. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat karena berpotensi menyebabkan kebakaran dan longsor,” ujar Yusri pada Senin (28/4/2025).
Menurut Yusri, topografi Kota Balikpapan yang didominasi oleh kawasan perbukitan membuat daerah ini sangat rentan terhadap bencana tanah longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kita semua tahu bahwa Balikpapan memiliki kontur tanah berbukit, jadi ketika hujan deras mengguyur dalam waktu yang lama, daerah lereng sangat rawan longsor,” jelasnya.
Ia mengimbau warga untuk lebih peka terhadap tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah atau pohon yang mulai miring. Warga yang melihat indikasi tersebut diminta segera melaporkan ke pihak berwenang agar tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.
Selain itu, Yusri juga berharap pemerintah kota (Pemkot) melalui dinas terkait untuk lebih sigap dalam melakukan pemantauan dan perawatan lingkungan, khususnya di kawasan yang rawan bencana. Pengawasan saluran air dan penguatan tebing di wilayah rawan longsor menjadi langkah preventif yang harus mendapat perhatian serius.
“Peran masyarakat dan pemerintah harus saling mendukung. Pengawasan, perawatan saluran air, serta penguatan tebing di kawasan rawan longsor harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Yusri mengajak warga Balikpapan untuk selalu menjaga kewaspadaan dan tidak lengah terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, upaya antisipasi yang lebih baik dapat meminimalisir kerugian akibat bencana yang tidak diinginkan.
“Saya mengimbau warga untuk tidak lengah dan terus menjaga lingkungan. Antisipasi jauh lebih baik daripada harus menanggung kerugian setelah bencana terjadi,” pungkasnya.
Dengan adanya kesadaran bersama tentang potensi bencana alam dan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan kota Balikpapan dapat meminimalisir risiko bencana dan menjaga keselamatan lingkungan untuk generasi yang akan datang.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *