KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Lifting Minyak Nasional Turun, Menteri ESDM Bahlil Genjot Eksplorasi dan Permudah Regulasi KKKS

64
×

Lifting Minyak Nasional Turun, Menteri ESDM Bahlil Genjot Eksplorasi dan Permudah Regulasi KKKS

Share this article
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan lifting minyak Indonesia terus menurun. Pemerintah percepat eksplorasi sumur migas dan sederhanakan regulasi KKKS demi capai target 1 juta barel per hari pada 2029.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan keprihatinannya atas terus menurunnya angka lifting minyak nasional. Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu (30/4/2025), Bahlil menegaskan pentingnya langkah strategis untuk meningkatkan produksi minyak guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.
“Lifting minyak kita saat ini tidak lebih dari 16 ribu barel per hari, sementara konsumsi nasional sudah mencapai 1,5 juta barel per hari,” ujarnya. Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan agar pada tahun 2029, Indonesia mampu memproduksi antara 900 ribu hingga 1 juta barel per hari.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah akan mempercepat pengembangan sumur-sumur migas yang telah dieksplorasi. Salah satu proyek andalan adalah pengembangan blok migas oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ENI Indonesia.
“Kalau proyek ENI bisa dipercepat ke tahun 2028, kita bisa menghasilkan 1.500 MMSCFD gas dan sekitar 90 ribu barel kondensat per hari,” jelas Bahlil.
Selain ENI, beberapa KKKS lain seperti Pertamina, Medco, dan Mubadala turut diandalkan untuk mendorong peningkatan produksi. Bahlil optimistis bahwa dengan koordinasi dan sinergi yang kuat antar lembaga, target nasional bisa tercapai sesuai rencana.
Di sisi lain, Bahlil menekankan pentingnya reformasi regulasi dalam sektor hulu migas. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menyederhanakan proses perizinan yang selama ini dinilai rumit oleh para KKKS.
“Banyak KKKS mengeluhkan perizinan yang berbelit-belit. Ini harus kita benahi. Saya juga minta kepada Gubernur Kaltim agar mempermudah izin daerah. Jika izin lambat, produksi terganggu dan itu berdampak langsung pada lifting nasional,” tegasnya.
Dalam lawatannya, Bahlil juga menyempatkan diri mengunjungi fasilitas KKKS Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Ia mengapresiasi capaian PHM yang mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi hingga 400–500 ribu barel.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produksi migas nasional, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *