DPRD Balikpapan

Peringatan Hardiknas 2025, DPRD Balikpapan Soroti Kualitas Pendidikan dan Dinamika Kurikulum

62
×

Peringatan Hardiknas 2025, DPRD Balikpapan Soroti Kualitas Pendidikan dan Dinamika Kurikulum

Share this article
Anggota DPRD Balikpapan Halili Adinegara

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang diperingati setiap 2 Mei, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen refleksi sektor pendidikan di Indonesia, khususnya di Balikpapan.
Menurut Halili, Hardiknas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan saat yang tepat untuk mengevaluasi sistem pendidikan nasional secara menyeluruh, memberikan apresiasi kepada guru, dan menyusun strategi perbaikan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.
“Hardiknas menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pendidikan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan di masa depan,” ujar Halili saat ditemui awak media, Jumat (2/5/2025).
Halili menekankan bahwa pendidikan adalah amanat konstitusi sekaligus hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara tanpa diskriminasi. Untuk itu, ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha sangat penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Dalam pernyataannya, Halili juga mengungkapkan keprihatinan terhadap dinamika sistem pendidikan nasional, terutama dalam hal perubahan kurikulum yang dinilai terlalu sering terjadi. Perubahan ini, menurutnya, justru menimbulkan kebingungan di kalangan siswa dan ketidakstabilan proses belajar-mengajar.
“Sebetulnya akan lebih baik kalau sistem pelajaran tidak sering diubah. Jangan setiap ganti menteri, kurikulum juga ikut berubah. Kasihan murid-murid yang harus menyesuaikan terus,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perubahan kurikulum seharusnya dilakukan secara bertahap dan melalui kajian ilmiah yang mendalam. Proses ini juga perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, agar tidak melemahkan fondasi pendidikan, terutama di tingkat dasar.
Halili menambahkan bahwa anak-anak yang sedang berada dalam fase tumbuh kembang dapat menjadi korban dari kebijakan yang tidak konsisten. Perubahan kurikulum tanpa arah yang jelas, menurutnya, justru bisa memperparah kesenjangan pendidikan, terutama di daerah dengan keterbatasan sarana dan tenaga pengajar.
“Kurikulum itu bukan sekadar soal buku dan mata pelajaran, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Halili juga menyoroti penghapusan beberapa mata pelajaran dalam kurikulum terbaru. Ia mendorong pemerintah untuk mengevaluasi kembali keputusan tersebut, terutama terhadap materi pelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter, sejarah nasional, dan pendidikan kewarganegaraan.
“Beberapa pelajaran penting yang sudah dihapus, sebaiknya dikaji ulang. Jangan sampai materi yang penting bagi masa depan justru dihilangkan,” tambahnya.
Sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Halili berharap agar arah kebijakan pendidikan tidak lagi bersifat sporadis dan politis. Ia mendorong terbentuknya peta jalan pendidikan nasional yang konsisten, inklusif, dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan global ke depan.
“Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di daerah. Pastikan setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, tanpa terkecuali,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *