DPRD Kaltim

Ananda Emira Moeis Soroti Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan di Kaltim dalam Dialog TVRI

51
×

Ananda Emira Moeis Soroti Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan di Kaltim dalam Dialog TVRI

Share this article
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menjadi narasumber Dialog Publika TVRI Kaltim membahas realita kesenjangan sosial dan efektivitas program pengentasan kemiskinan.

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, hadir sebagai narasumber dalam program Dialog Publika yang disiarkan TVRI Kaltim pada Kamis (8/5/2025). Acara ini mengangkat tema penting: “Antara Statistik Kemiskinan dan Realita Kesenjangan”.
Dialog yang berlangsung di Studio I TVRI Kaltim ini dipandu oleh Elma Pratiwi dan turut menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Kristiningsih (Penyuluh Sosial Ahli Muda, Dinas Sosial Kaltim), Ely Uswatun (Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim), serta Muhammad Arifin (pengamat sosial Universitas Mulawarman).
Dalam paparannya, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Nanda ini menyoroti tren penurunan angka kemiskinan di Kaltim yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terus menunjukkan progres positif setiap tahunnya.
“Yang dibahas dalam dialog adalah sejauh mana program penurunan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Ananda usai acara.
Ananda juga menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif terhadap seluruh program pemerintah, khususnya yang menyasar pengentasan kemiskinan.
“Kami dari DPRD akan terus mengawal agar program-program tersebut berjalan secara tepat sasaran, efektif, dan efisien,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan di Kaltim sebesar 1 persen. Angka ini menurutnya cukup tinggi, mengingat penurunan kemiskinan setiap tahun cenderung terjadi secara bertahap.
“Target penurunan satu persen itu cukup berat, karena meski kita sudah menunjukkan penurunan setiap tahun, tetap saja itu membutuhkan kerja keras lintas sektor,” jelasnya.
Ananda menekankan pentingnya sinergi antarpihak, baik dari pemerintah, DPRD, maupun instansi terkait untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi.
“Semua pihak harus punya visi yang sama dan selalu memantau secara berkala, apakah program ini benar-benar sudah berjalan dengan baik,” tutupnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *