Provinsi Kaltim

Internet Gratis di Desa Dorong Peningkatan Layanan Publik di Kaltim

32
×

Internet Gratis di Desa Dorong Peningkatan Layanan Publik di Kaltim

Share this article
Sekda Kaltim Sri Wahyuni

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa penyediaan internet gratis di desa merupakan program prioritas Gubernur H. Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur H. Seno Aji. Program ini dirancang untuk mendorong digitalisasi pelayanan publik serta memperluas akses informasi masyarakat pedesaan.
Dalam Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian se-Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Elty Singgasana, Tenggarong, Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa wilayah Kaltim yang sangat luas masih menyisakan banyak kawasan blankspot jaringan internet.
“Jangankan koneksi internet, masih ada desa-desa yang belum teraliri listrik,” ujar Sri Wahyuni.
Ia menekankan pentingnya akses internet gratis untuk desa-desa di Kaltim sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan informasi. Menurutnya, pemerintah daerah tengah memanfaatkan dua skema penyediaan jaringan internet, yakni melalui fiber optik untuk desa yang sudah memiliki infrastruktur listrik dan Starlink bagi desa yang masih belum terjangkau listrik.
“Kebijakan ini akan membantu desa-desa yang belum memiliki listrik agar tetap dapat terkoneksi internet dengan biaya yang lebih efisien,” tambahnya.
Sri Wahyuni menjelaskan, kehadiran internet gratis bukan hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi global, tetapi juga berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Hal ini mencakup akses layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, dan keterbukaan informasi publik.
“Dengan internet gratis, desa bisa menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital masyarakat desa, agar pemanfaatan internet tidak hanya digunakan untuk media sosial, tetapi lebih fokus pada kebutuhan pelayanan publik dan pengembangan ekonomi lokal.
“Penggunaan internet harus diarahkan sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan hanya untuk kegiatan hiburan,” pesannya.
Sekda Kaltim juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim untuk aktif mengidentifikasi persoalan teknis terkait program internet gratis ini, terutama dalam mengatasi tantangan konektivitas dan distribusi jaringan di lapangan.
“Jangan sampai ada kendala teknis yang tidak kita ketahui atau terabaikan,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital di desa dan memperkuat komitmen pemerintah provinsi dalam membangun Kaltim yang inklusif dan terhubung.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *