DPRD Kaltim

Pemerataan Guru di Pedalaman Kaltim, Ekti Imanuel: Prioritaskan Putra Daerah

26
×

Pemerataan Guru di Pedalaman Kaltim, Ekti Imanuel: Prioritaskan Putra Daerah

Share this article
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait kekurangan tenaga pendidik di daerah pedalaman, khususnya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).
Menurut Ekti, pemerintah perlu melakukan reformasi dalam kebijakan rekrutmen guru, dengan memprioritaskan putra-putri daerah untuk mengajar di wilayah terpencil. Hal ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan sistem pendidikan di daerah terluar dan tertinggal.
“Rekrutmen guru sebaiknya difokuskan pada putra daerah. Mereka memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat tinggalnya dan lebih mungkin bertahan lama dibanding guru dari luar,” ujar Ekti, politisi dari Partai Gerindra.
Ekti menyoroti bahwa sebagian besar guru yang saat ini mengajar di pedalaman berasal dari luar daerah. Hal ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka mutasi guru setelah beberapa tahun mengabdi. Faktor geografis yang berat, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya jaminan kesejahteraan membuat mereka enggan bertahan lama.
Kondisi ini juga terjadi di sektor kesehatan. Ekti mencontohkan dokter yang ditugaskan di Mahakam Ulu juga sering tidak bertahan karena terbatasnya peluang untuk membuka praktik mandiri atau mencari penghasilan tambahan, seperti yang biasa dilakukan di kota.
“Di Mahakam Ulu, tantangan ekonomi dan keterbatasan infrastruktur sangat terasa. Guru dan dokter tidak memiliki banyak opsi untuk menambah penghasilan, sehingga mereka cenderung tidak bertahan lama,” jelasnya.
Ekti menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di wilayah pedalaman tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur seperti gedung sekolah. Yang lebih penting, menurutnya, adalah investasi pada sumber daya manusia lokal melalui pelatihan, pendidikan, dan pembinaan karakter sejak dini.
“Tenaga pendidik yang tahan banting dan memiliki loyalitas tinggi tidak terbentuk dalam waktu singkat. Perlu proses panjang dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat setempat,” tambah Ekti.
Ekti berharap pendekatan berbasis lokal ini bisa menjadi bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur. Hal ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan pendidikan di wilayah terluar, tertinggal, dan terisolasi (3T).
“Keberhasilan pendidikan di daerah terpencil sangat ditentukan oleh kualitas dan komitmen jangka panjang para pendidiknya,” tutup Ekti.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *