TANA PASER,suarabalikpapan.com – Dalam rangka mewujudkan visi “Paser Tuntas” dan memperkuat program Pemuda Mandiri serta Empati Warga Kurang Mampu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Sosial (Dinsos) secara rutin mengirim pemuda dari keluarga miskin yang putus sekolah (drop out) untuk mengikuti pelatihan keterampilan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paser, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa program ini diselaraskan dengan kebijakan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur. Setiap tahunnya, Kabupaten Paser mendapatkan kuota minimal empat peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Setiap tahun Paser dapat jatah empat orang, kadang bisa lebih kalau kuota daerah lain tidak terpenuhi,” ujar Hasanuddin, Kamis (24/7/2025).
Hasanuddin menjelaskan, peserta yang dikirim telah melalui proses verifikasi dan memenuhi kriteria tertentu, yaitu:
Warga Kabupaten Paser, Usia maksimal 20 tahun, Telah putus sekolah, Berasal dari keluarga kurang mampu.
Jenis pelatihan yang tersedia cukup beragam, antara lain:
Perbengkelan, Tata boga, Tata rias dan Barista.
“Beberapa peserta dari tahun-tahun sebelumnya bahkan sudah menjalankan usaha sendiri dan berkembang,” tambah Hasanuddin.
Tidak berhenti pada pelatihan saja, Dinsos Paser juga melakukan pembinaan lanjutan terhadap alumni program agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Dinsos bahkan mengupayakan pemberian bantuan stimulan guna mendukung usaha tersebut.
“Kami tidak lepas tangan. Setelah pelatihan selesai, mereka tetap dibina agar usaha bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Selain untuk pelajar DO, Dinsos Paser juga menyediakan pelatihan kewirausahaan bagi keluarga kurang mampu. Berbeda dari program pelatihan pemuda, pelatihan ini tidak memiliki jenis usaha yang ditentukan di awal.
“Kami survei dulu apa kebutuhan masyarakat, karena tiap desa punya potensi dan kebutuhan berbeda. Baru kami sesuaikan pelatihannya,” kata Hasanuddin.
Beberapa bantuan stimulan yang telah disalurkan antara lain untuk usaha: Warung sembako, Bengkel motor dan Angkringan.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi lokal, Hasanuddin berharap program-program ini dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat lebih mandiri. Kalau bisa, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja dan mensejahterakan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.(sb-06)
Wujudkan Visi Paser Tuntas, Pemkab Paser Rutin Kirim Pemuda Putus Sekolah Ikuti Pelatihan Keterampilan












