TANA PASER, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Paser resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser tahun 2025–2029 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (8/7/2025).
Dalam penyampaian pendapat akhirnya, Bupati Paser, Fahmi Fadli, memberikan perhatian khusus pada isu penanggulangan kemiskinan sebagai bagian utama dari misi pembangunan daerah lima tahun ke depan.
“Salah satu inti pencapaian visi Paser TUNTAS adalah penurunan angka kemiskinan. Ini harus menjadi program terpadu seluruh perangkat daerah,” ujar Fahmi dalam pidatonya.
Bupati Fahmi menargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Paser dapat ditekan menjadi 6,22 persen pada tahun 2030, dari posisi 8,63 persen pada 2024. Salah satu parameter kunci yang digunakan adalah data Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan, yang mencerminkan proporsi penduduk dengan asupan energi di bawah kebutuhan minimum.
Menurut Fahmi, penduduk dengan konsumsi makanan rendah tergolong dalam kelompok pra-sejahtera. Oleh karena itu, menurunnya prevalensi konsumsi pangan menjadi indikator langsung atas keberhasilan pengentasan kemiskinan.
“Pada tahun 2025 kita targetkan prevalensi konsumsi pangan berada di angka 7,68 persen, dan diharapkan menurun menjadi 3,88 persen di tahun 2030,” jelasnya.
Bupati juga menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan ekstrem bukan hanya menjadi tugas Dinas Sosial, melainkan tanggung jawab kolektif semua perangkat daerah. Ia menginstruksikan agar semua instansi bekerja sinergis dalam mewujudkan misi pembangunan yang inklusif dan merata.
“Saya instruksikan semua instansi terlibat aktif, karena ini adalah kewajiban kita bersama,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Bupati Fahmi berharap RPJMD yang telah disepakati ini akan menjadi pedoman kerja nyata yang mampu menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Paser.
“Semoga Peraturan Daerah ini benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi masyarakat Paser,” pungkasnya.(sb-02)
RPJMD Paser 2025-2029 Disahkan, Bupati Fahmi Beri Perhatian Khusus Soal Penanggulangan Kemiskinan dan Gizi Buruk












