DISDAG BALIKPAPAN

Pemkot Balikpapan Fokus Konsolidasi Lahan Pasar Induk, Pembangunan Fisik Dimulai Bertahap

162
×

Pemkot Balikpapan Fokus Konsolidasi Lahan Pasar Induk, Pembangunan Fisik Dimulai Bertahap

Share this article
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah memfokuskan perhatian pada proses konsolidasi lahan Pasar Induk Balikpapan. Dari total luas lahan sekitar 11 hektare, baru 5 hektare yang dinyatakan clear and clean, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian status kepemilikan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa tahap konsolidasi lahan menjadi langkah krusial sebelum pembangunan fisik pasar dapat dilaksanakan.
“Dari total 11 hektare, sekitar 5 hektare sudah aman. Sisanya, sekitar 6 hektare, masih bermasalah. Kami bersama BKAD sedang menyusun skala prioritas agar pekerjaan tetap bisa berjalan,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Haemusri menambahkan, tahun 2025 Pemkot akan memprioritaskan penguatan lahan seluas 5 hektare yang sudah siap. Sementara lahan bermasalah akan ditangani bertahap sesuai hasil verifikasi aset dan kepemilikan.
“Detail Engineering Design (DED) tetap berjalan, tapi fokus pengerjaan diarahkan pada lahan yang sudah siap. Kami tidak ingin ada hambatan hukum di kemudian hari,” jelasnya.
Meski perencanaan teknis terus berjalan, anggaran pembangunan fisik Pasar Induk Balikpapan belum tercantum dalam APBD 2025. Pemerintah kota masih memusatkan perhatian pada penyelesaian desain teknis dan pembebasan lahan.
“Pasar Induk memang belum memiliki alokasi anggaran fisik karena masih tahap DED. Untuk sementara, fokus kami adalah konsolidasi dan penyempurnaan dokumen,” tutur Haemusri.
Selain Pasar Induk, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan revitalisasi Pasar Inpres Klandasan sebagai prioritas pada tahun 2026. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud telah menetapkan proyek ini dengan anggaran sekitar Rp45 miliar.
“Pasar Inpres sudah ada anggarannya sekitar Rp45 miliar. Mulai 2026 akan dibangun dengan konsep revitalisasi agar lebih tertata dan modern,” kata Haemusri.
Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, sekaligus memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern di Balikpapan.
Rencana pembangunan Pasar Induk Balikpapan merupakan bagian dari strategi Pemkot untuk menciptakan pusat distribusi bahan pokok yang efisien dan terintegrasi. Pasar ini akan berfungsi sebagai sentra penghubung antara pedagang besar dan pasar tradisional di seluruh wilayah kota.
Haemusri menegaskan, meskipun progres masih pada tahap administrasi, Pemkot berkomitmen menyelesaikan masalah lahan dengan hati-hati dan transparan.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Lebih baik disiapkan matang agar nanti pembangunan bisa berjalan tanpa kendala,” tegasnya.
Proyek Pasar Induk Balikpapan masih dalam tahap konsolidasi lahan, dengan fokus utama pada penyelesaian dokumen dan kepemilikan. Pembangunan fisik baru akan dimulai setelah seluruh lahan dinyatakan siap, sementara revitalisasi Pasar Inpres Klandasan akan menjadi prioritas pembangunan tahun 2026.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *