DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Dorong Pemerataan Wisata Tematik, Rumah Budaya di Balikpapan Utara Jadi Fokus Pengembangan

28
×

DPRD Balikpapan Dorong Pemerataan Wisata Tematik, Rumah Budaya di Balikpapan Utara Jadi Fokus Pengembangan

Share this article
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Pemerataan potensi wisata di Balikpapan dinilai masih belum optimal. Selama ini, ikon wisata kota minyak tersebut masih terpusat di beberapa titik tertentu. Menyikapi kondisi itu, Komisi II DPRD Balikpapan mulai melakukan langkah strategis dengan menggali masukan dari berbagai pihak terkait dunia pariwisata.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar forum bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, serta kalangan akademisi. Forum ini menjadi bagian dari penyusunan kajian akademik pengembangan destinasi wisata Balikpapan.
“Kami ingin mendengar langsung dari para pelaku di lapangan. Masukan mereka sangat penting untuk memperkuat kajian akademik yang sedang disusun bersama Universitas Negeri Malang,” ujar Fauzi, Kamis (16/10/2025).
Menurut Fauzi, pengembangan wisata di Balikpapan tidak bisa disamakan dengan daerah lain seperti Bali atau Yogyakarta. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi berbeda, sehingga pendekatannya harus tematik dan berbasis wilayah.
Ia mencontohkan, kawasan Balikpapan Utara memiliki potensi wisata mangrove, Margomulyo unggul dalam ekowisata, sementara Balikpapan Timur punya destinasi Beringin Dadi. DPRD ingin setiap kecamatan memiliki daya tarik wisata tersendiri agar pemerataan sektor pariwisata benar-benar terwujud.
Selain fokus pada pemerataan, Komisi II juga menekankan pentingnya sentuhan budaya dalam pengembangan wisata daerah. Salah satu gagasan yang tengah diusulkan adalah pembangunan Rumah Budaya di Balikpapan Utara.
“Lahan untuk Rumah Budaya sudah kami rekomendasikan dan serahkan ke Pemkot. Sekarang tinggal menunggu proses legalisasinya,” tambah Fauzi.
Melalui langkah ini, DPRD berharap pariwisata Balikpapan dapat menjadi daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap kunjungan bisnis.
“Selama ini orang datang ke Balikpapan untuk urusan kerja, baru kemudian menyempatkan diri berwisata. Ke depan, kami ingin Balikpapan punya ikon wisata yang kuat, sehingga orang datang bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk berlibur,” tegas Fauzi.
Inisiatif DPRD Balikpapan ini diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan Pemkot dalam pengembangan wisata berbasis potensi lokal. Dengan pemerataan dan sentuhan budaya, Balikpapan berpeluang menjelma menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *