Kota Balikpapan

Proyek Jogging Track Stadion Batakan Rp4,9 Miliar Rusak, DPPR Duga Akibat Cakaran Kucing

426
×

Proyek Jogging Track Stadion Batakan Rp4,9 Miliar Rusak, DPPR Duga Akibat Cakaran Kucing

Share this article
Jogging track Stadion Batakan Balikpapan senilai Rp4,9 miliar mengalami kerusakan pada rubber flooring. Diduga akibat cakaran kucing

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan memberikan klarifikasi resmi terkait kerusakan pada proyek lintasan jogging track di kawasan Stadion Batakan. Kerusakan terlihat pada material rubber flooring, meski proyek ini masih berada dalam masa tanggung jawab kontraktor.
Proyek jogging track senilai Rp4,9 miliar tersebut dikerjakan CV Utama Jaya Karya berdasarkan kontrak Nomor 027/039/SPK/DPPR, dengan masa pelaksanaan 26 Mei–23 Oktober 2025 atau 150 hari kalender. Setelah serah terima tahap pertama pada Oktober 2025, proyek kini memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian DPPR Balikpapan, Budhi Setya Wirastama, menegaskan seluruh kerusakan pada lintasan tetap menjadi kewajiban kontraktor untuk memperbaikinya.
“Item paling banyak pada proyek ini adalah rubber flooring. Karena masih masa pemeliharaan, kerusakan yang ada tetap menjadi tanggung jawab kontraktor,” ujar Budhi, Senin (24/11/2025).
Ia menjelaskan, penggunaan rubber flooring di area luar ruang merupakan yang pertama di Balikpapan. Inovasi ini sejalan dengan arahan Wali Kota untuk menghadirkan kawasan olahraga terpadu di Balikpapan Timur agar aktivitas jogging tidak terpusat di Melawai atau Grand City.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian DPPR Balikpapan, Budhi Setya Wirastama

Di lapangan, ditemukan beberapa titik rubber flooring mengalami robekan dan goresan. Sebelumnya, sejumlah elemen kanstin juga sempat rusak karena tertabrak truk. Untuk kerusakan terbaru, DPPR menduga penyebabnya adalah hewan liar.
“Bentuk kerusakan terlihat seperti cakaran anjing atau kucing. Saya bahkan melihat seekor kucing di area tersebut dan staf juga melaporkan keberadaan beberapa anjing,” kata Budhi.
Ia memastikan kerusakan tersebut bukan akibat aktivitas manusia, namun tetap harus ditangani kontraktor sesuai mekanisme pemeliharaan.
Budhi menambahkan bahwa proyek jogging track Stadion Batakan diawasi ketat oleh Inspektorat melalui audit prodity serta masuk dalam pemantauan Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK.
“Ini merupakan program strategis Wali Kota Balikpapan dan diawasi langsung dalam MCP KPK,” tegasnya.
DPPR juga memastikan papan informasi proyek telah dipasang selama masa pekerjaan dan dilepas setelah proyek dinyatakan selesai.
DPPR Balikpapan berharap masyarakat memahami kondisi yang terjadi dan menegaskan bahwa setiap kerusakan akan diperbaiki sesuai prosedur selama masa pemeliharaan masih berlangsung.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *