Kota Balikpapan

Wali Kota Rahmad Mas’ud Apresiasi Pelepasan 80 Tukik Penyu Lekang di Pantai DEB Balikpapan

29
×

Wali Kota Rahmad Mas’ud Apresiasi Pelepasan 80 Tukik Penyu Lekang di Pantai DEB Balikpapan

Share this article
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi pelepasan 80 tukik penyu lekang di Pantai DEB dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen pelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi kegiatan pelepasan 80 tukik penyu lekang di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi bentuk nyata upaya pelestarian ekosistem laut di Kota Balikpapan.
Saat senja mulai menyelimuti kawasan pantai, puluhan tukik hasil penetasan bergerak menuju laut lepas. Momen tersebut menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan populasi penyu serta kelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan bertema “Melangkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari” ini merupakan inisiatif Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB.
Rahmad Mas’ud hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Ratih Kusuma serta Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti.
Menurut Rahmad, pelepasan tukik bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Tema yang diangkat mencerminkan pentingnya kepedulian lingkungan yang dimulai dari langkah sederhana namun dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut diapresiasi. Tukik yang kita lepaskan memang kecil, tetapi memiliki makna besar bagi keberlangsungan ekosistem laut. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama,” ujar Rahmad.
Sebagai kota pesisir, Balikpapan memiliki ketergantungan yang erat dengan laut. Selain menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, laut juga berperan sebagai penopang ekonomi daerah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Karena itu, Rahmad menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha hingga media.
“Laut merupakan sumber kehidupan, sumber pangan, penopang ekonomi, sekaligus bagian penting dari keseimbangan lingkungan. Kegiatan konservasi seperti ini perlu terus didukung dan dilanjutkan,” tegasnya.
Rahmad menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan terus menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan. Program tersebut meliputi rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan pesisir, pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan ekosistem laut di Balikpapan.
Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, menjelaskan bahwa tukik yang dilepas berasal dari telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai DEB beberapa waktu lalu.
Dari sekitar 160 telur yang berhasil diamankan dan ditetaskan, sebanyak 80 tukik berhasil menetas dalam kondisi baik. Sebelum dilepas ke laut, tukik-tukik tersebut terlebih dahulu menjalani perawatan.
“Kami berharap tukik yang dilepas hari ini dapat bertahan hidup hingga dewasa dan membantu meningkatkan populasi penyu lekang yang saat ini semakin langka,” kata David.
Selain fokus pada konservasi penyu, JMSI Balikpapan juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi ancaman serius bagi kawasan pesisir dan ekosistem laut.
Menurut David, diperlukan langkah konkret untuk mengurangi sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pemasangan jaring apung di sejumlah muara sungai guna menahan sampah sebelum mencemari kawasan pantai.
Ia menilai keberadaan sampah plastik tidak hanya mengurangi keindahan pantai, tetapi juga mengancam habitat penyu yang digunakan untuk bertelur serta membahayakan berbagai biota laut lainnya.
Pelepasan 80 tukik penyu lekang di Pantai DEB menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Balikpapan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut demi generasi mendatang.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *