BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Bulan Ramadan membawa perubahan gaya hidup yang signifikan, termasuk dalam hal kesehatan masyarakat. Data sementara dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (DKK) mencatat hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi keluhan kesehatan terbanyak selama Ramadan 2026.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyatakan, selain hipertensi, keluhan kesehatan lain yang cukup sering muncul adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pencernaan seperti maag.
“Selama Ramadan, penyakit yang paling tinggi adalah hipertensi, kemudian ISPA. Kami juga mencatat keluhan penyakit lambung dan maag selama menjalani ibadah puasa,” ujar Alwiati di Kantor DKK Balikpapan, Rabu (11/3/2026).
Meski begitu, kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan masih relatif stabil. Hingga pertengahan Ramadan, belum ditemukan lonjakan kasus penyakit serius.
“Alhamdulillah, tidak ada penyakit yang terlalu mendasar atau lonjakan kasus yang signifikan selama Ramadan,” tambahnya.
Menurut DKK Balikpapan, perubahan pola makan saat puasa menjadi salah satu penyebab utama naiknya tekanan darah. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak saat berbuka puasa dapat memicu hipertensi, sementara makan berlebihan saat sahur memberi tekanan pada lambung.
Untuk itu, DKK mengimbau masyarakat menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka. Asupan gizi yang tepat membantu tubuh tetap bugar dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Jangan sampai setelah puasa justru balas dendam makan berlebihan saat Lebaran, karena bisa memicu hipertensi. Kami mengimbau masyarakat menjaga pola makan dengan gizi seimbang,” ujar Alwiati.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain: Memperbanyak konsumsi sayur dan buah, Minum cukup air putih, Membatasi makanan tinggi gula dan lemak.
Dengan menjaga pola makan sehat, puasa bisa berjalan lancar, dan kesehatan tetap terjaga selama Ramadan. Hipertensi adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri meningkat secara konsisten, umumnya mencapai $\ge$140/90 mmHg. Sering dijuluki “silent killer” karena sering tanpa gejala, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan ginjal. Pencegahannya melibatkan gaya hidup sehat (CERDIK) dan pemantauan rutin.(Adv Diskominfo Balikpapan)
Hipertensi Jadi Keluhan Paling Sering Selama Ramadan di Balikpapan












