DPRD Balikpapan

Soroti Air PTMB Berbau dan Keruh, Syarifuddin Oddang Desak Evaluasi Total Pengelolaan Air Bersih

28
×

Soroti Air PTMB Berbau dan Keruh, Syarifuddin Oddang Desak Evaluasi Total Pengelolaan Air Bersih

Share this article
Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Keluhan terkait buruknya kualitas air bersih yang didistribusikan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali mencuat. Warga Balikpapan Utara, khususnya di Kelurahan Karang Joang, mengeluhkan air yang tidak hanya sering tidak mengalir, tetapi juga berbau dan berwarna keruh.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh anggota DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, dalam kunjungan lapangan Komisi III ke Waduk Manggar, Kilometer 12, Karang Joang, Senin (20/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Oddang mempertanyakan standar kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat. Ia menilai kondisi air yang berwarna kuning dan berbau jelas tidak sesuai dengan ekspektasi air bersih.
“Standarisasi air bersih itu seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau. Tapi di Balikpapan Utara, airnya justru kuning dan berbau,” ujarnya.
Ia juga menyoroti apakah air tersebut benar-benar layak dikonsumsi masyarakat, bahkan setelah dimasak.
Selama ini, pihak PTMB kerap menyampaikan kendala klasik seperti kondisi pipa distribusi yang sudah tua dan keterbatasan air baku. Namun, menurut Oddang, persoalan tersebut terus berulang tanpa solusi konkret.
“Sejak dulu alasannya selalu pipa. Artinya masalah ini tidak pernah benar-benar selesai,” tegasnya.
Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, menjelaskan bahwa warna kuning dan bau pada air disebabkan oleh pipa yang berkarat serta adanya sedimentasi. Ia menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan penggantian pipa secara bertahap.
DPRD Kecewa Jawaban Tidak Tuntas
Meski demikian, Oddang mengaku kecewa karena pertanyaan utamanya terkait kelayakan air untuk konsumsi tidak terjawab secara jelas.
Ia menegaskan bahwa air yang sudah masuk ke sistem distribusi seharusnya telah memenuhi standar kelayakan, sehingga perlu ada transparansi terkait hasil uji kualitas air.
Kasus ini kembali menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air bersih di Balikpapan. DPRD berharap PTMB tidak hanya fokus pada perbaikan teknis, tetapi juga memastikan kualitas air yang aman dan layak bagi masyarakat.
Masalah air bersih yang terus berulang dinilai menjadi perhatian serius, mengingat kebutuhan dasar masyarakat terhadap air yang sehat dan higienis.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *