Kota Balikpapan

Banyak Kegiatan, Warga Kawanua di Balikpapan Dinilai Sudah Saatnya Punya Gedung Sendiri

33
×

Banyak Kegiatan, Warga Kawanua di Balikpapan Dinilai Sudah Saatnya Punya Gedung Sendiri

Share this article
Warga Kawanua di Balikpapan mengusulkan pembangunan gedung serbaguna bernuansa Minahasa untuk mendukung berbagai kegiatan budaya, sosial, dan keagamaan masyarakat Sulawesi Utara.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Pertumbuhan organisasi dan paguyuban Kawanua di Kota Balikpapan dinilai sudah saatnya diimbangi dengan pembangunan gedung atau wale khusus bernuansa arsitektur Minahasa. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat Kawanua, mulai dari acara keagamaan, perayaan hari besar, pesta pernikahan hingga kegiatan budaya.
Selama ini, berbagai organisasi Kawanua di Balikpapan masih bergantung pada gedung sewaan dengan biaya yang relatif mahal. Karena itu, keberadaan aset milik bersama dinilai dapat menjadi solusi sekaligus mempererat kebersamaan warga Sulawesi Utara di Kota Minyak.
Sejumlah organisasi Kawanua yang aktif di Balikpapan antara lain Wadah Koordinasi (Wakor) Maesa, Kerukunan Keluarga Minahasa Selatan (KKMS), Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Perhimpunan Minahasa Raya (PMR), Perkumpulan Manado Minahasa (Mamin), Kerukunan Mapalus Tontemboan (KMT), Laskar Manguni Indonesia (LMI), hingga Brigade Manguni Indonesia (BMI).
Selain itu, terdapat pula beberapa organisasi yang berencana aktif di Balikpapan seperti Manguni Indonesia (MI), Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (K2SU), Kerukunan Keluarga Minahasa Utara (K2MU), serta Kerukunan Tondano Raya (Minahasa Induk).
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan, populasi masyarakat Minahasa di Balikpapan mencapai sekitar 6,81 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 746,8 ribu jiwa. Dengan angka itu, jumlah warga Minahasa diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu orang.
Royke Mamangkey mengatakan keberadaan aula atau gedung khusus sangat dibutuhkan karena hampir setiap pekan warga Kawanua menggelar berbagai kegiatan.
“Warga Kawanua beserta organisasinya di Balikpapan terus bertambah. Saya sangat setuju jika warga Kawanua memiliki aula sendiri sehingga tidak perlu lagi menyewa tempat dengan biaya mahal,” ujarnya.
Menurut Royke, gedung tersebut idealnya dilengkapi fasilitas penunjang seperti toilet, dapur, kantin, kantor pengelola, hingga area parkir yang memadai. Ia juga menilai pengelolaan gedung perlu dilakukan secara profesional melalui badan pengelola khusus.
“Perlu ada badan pengelola untuk mengatur anggaran, biaya perawatan, listrik, air hingga operasional lainnya,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Ferdi Panambunan. Ia menilai keberadaan gedung khusus penting untuk menunjang berbagai kegiatan budaya Kawanua, termasuk penyajian makanan dan minuman khas Minahasa yang membutuhkan tempat khusus.
“Ada makanan dan minuman khas warga Kawanua yang tidak bisa disajikan sembarangan sehingga memang perlu tempat khusus,” ucapnya.
Ferdi juga mengusulkan agar gedung tersebut dilengkapi fasilitas mess atau penginapan sederhana bagi warga Kawanua yang baru datang ke Kalimantan Timur dan belum memiliki pekerjaan dengan biaya kos relative murah.
“Mess warga Kawanua sudah ada di beberapa daerah seperti Jakarta, Makassar dan Papua. Di Samarinda juga ada, tetapi bukan milik orang Manado,” jelasnya.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, masyarakat Kawanua di Balikpapan diharapkan membentuk panitia bersama yang melibatkan seluruh organisasi dan paguyuban di bawah koordinasi Wakor Maesa Balikpapan.
Terkait nama gedung, sejumlah usulan mulai mengemuka seperti Wale Maesa, Wale Kawanua hingga Wale Toar Lumimuut.
Ferdi optimistis pembangunan gedung tersebut dapat terwujud mengingat saat ini banyak warga Kawanua yang menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun BUMN untuk dijadikan donatur. Selain itu, dukungan juga diharapkan datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kalau dikelola dengan baik, dari sisi bisnis juga cukup menjanjikan. Jika biaya sewanya terjangkau, tentu banyak yang akan menggunakan,” tandasnya.
Gagasan pembangunan gedung khusus warga Kawanua sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun hingga kini belum terealisasi. Dengan semakin bertambahnya jumlah warga Kawanua di Balikpapan, harapan untuk memiliki pusat kegiatan kemungkinan bisa terwujud.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *