Kabupaten Paser

Atasi Area Blank Spot, Pemkab Paser Luncurkan Internet Desa Gratis pada 26 Desa

1606
×

Atasi Area Blank Spot, Pemkab Paser Luncurkan Internet Desa Gratis pada 26 Desa

Share this article
Kepala DKISP Kabupaten Paser Arif Rahman mewakili Bupati Paser dr Fahmi Fadli secara resmi meluncurkan internet desa gratis pada 26 desa di Kabupaten Paser, di Gedung Command Center DKISP Kabupaten Paser, pada Selasa (11/6/2024).

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Guna meningkatan pelayanan telekomunikasi di setiap desa sekaligus mengatasi area blank spot, Pemkab Paser melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) meluncurkan program “Internet Desa Gratis” pada 26 Desa di Kabupaten Paser. Peluncuran dilaksanakan, di Gedung Command Center DKISP Kabupaten Paser, pada Selasa (11/6/2024).
Kepala DKISP Kabupaten Paser Arif Rahman mewakili Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan, layanan internet desa gratis merupakan implementasi dari visi Paser Maju, Adil dan Sejahtera (MAS) melalui peningkatan sarana telekomunikasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebab dalam UU tersebut desa yang cerdas adalah desa yang mengikuti perkembangan zaman, mampu mandiri namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong dan spritualisme yang menjadi kekuatan nilai lokal.
“Dengan adanya internet desa gratis ini kehidupan masyarkat tidak lagi terpusat pada satu titik, namun masyarakat tetap bisa saling terhubung, karena masyarakat sudah memahami dan mampu berinteraksi dengan adanya pengembangan teknologi dalam berbagai informasi,” kata Arif Rahman, Selasa (11/6/2024).
Arif Rahman menuturkan, salah satu konsep pengembangan desa yang cocok untuk era saat ini adalah konsep Desa Cerdas yang merupakan pengembangan desa dengan memanfaatkan teknologi, baik untuk pelayanan publik dan pengembangan kawasan seperti infrastruktur teknologi informasi, teknologi komunikasi, transportasi, zonasi, irigasi, drainase dan energi. Desa cerdas tentunya akan membawa transformasi desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemanfaatan ruang digital desa secara berkelanjutan dan pemanfaatan data secara terintegrasi dapat membangun dan meningkatkan kualitas pemanfaatan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa.
“Dalam membangun desa cerdas harus mengacu pada tiga aspek yaitu aspek kebijakan, aspek potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta aspek prioritas,” ujarnya.
Dalam Permendesa Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa kata Arif Rahman, merencanakan dan membangun desa, berbagai kegiatannya harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk dapat mendorong pencapaian SDGs Desa. Sebagaimana Konsep Desa Cerdas dalam upaya mewujudkan 6 pilar desa cerdas, landasan utamanya adalah keterlibatan stakeholder dan membangun jejaring kemitraan, hal tersebut telah diterapkan Pemkab Paser melalui penerapan program internet gratis di 26 desa ini.
“Penerapan program internet gratis di 26 Desa tersebut merupakan penerapan kerjasama antara Pemkab Paser dengan PT. Indonesia Comnet Plus,”akunya.
Arif Rahman menambahkan, kerjasama tersebut, merupakan salah satu komitmen Pemkab Paser dalam upaya mendorong agar tidak ada lagi daerah blank spot komunikasi di Kabupaten Paser. Pada kesempatan tersebut ia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah desa dan duta digital desa yang telah melakukan pendampingan desa dalam peningkatan literasi digital masyarakat.
“Dengan adanya internet desa, warga desa bisa lebih bijak dalam bermedia sosial dan cerdas dalam mengelola informasi,”harapnya.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *