Kabupaten Paser

Bupati Fahmi Tinjau Pembukaan Akses Jalan Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru

63
×

Bupati Fahmi Tinjau Pembukaan Akses Jalan Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru

Share this article
Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan rombongan meninjau pembukaan akses jalan Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru, Kecamatan Kuaro, pada Senin (21/8/2023).

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pemkab Paser terus melakukan pembenahan infrastruktur di Kabupaten Paser, salah satunya peningkatan jalan Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru atau yang biasa disebut Desa Air Mati, Kecamatan Kuaro yang selama ini terisolasi lantaran tidak ada akses jalan darat menuju Desa tersebut.

Bupati Paser dr.Fahmi Fadli didampingi Kepala BKSDA Provinsi Kaltim M Ari Wibawanto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Paser Ir. Hasanudin, beserta jajaran Dinas terkait melakukan peninjauan pengerjaan ruas jalan tersebut guna memastikan progres pengerjaannya, pada Senin (21/8/2023).
Bupati Paser Fahmi Fadli di sela-sela peninjauan mengatakan, akses jalan Desa Harapan Baru atau Air Mati menuju Desa Muara Paser panjangnya mencapai 10 Km. Ini semua dapat terlaksana berkat kerjasama semua pihak. Atas nama Pemkab Paser Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BKSDA Provinsi Kaltim, karena tanpa ada persetujuan dari BKSDA Kaltim, maka usulan pembangunan jalan di kawasan cagar alam bisa dilaksanakan.
“Kami menemukan pola, untuk membuka akses jalan air mati ke Muara Paser melalui kerjasama yang kami jalankan, tentunya dengan berbagai persyaratan, terkhusus yang akan dikerjakan di kawasan ini,” kata Bupati Fahmi.
Fahmi mengatakan, bukan berarti jalan yang telah dibuka, bisa semerta-merta disusul dengan pembangunan permukiman di kawasan cafar alam ini. Tapi untuk jangka panjang kami akan lakukan upaya untuk melakukan pembebasan kawasan tersebut, tentunya ini merupakan salah satu harapan dan cita-cita bagi masyarakat Muara Paser dan Harapan Baru.
“Kami berharap masyarakat juga turut serta menjaga, turut melestarikan kawasan cagar alam. Jika sudah terbentuk kawasan permukiman, tentu kami akan koordinasikan dengan pihak BKSDA,” ujarnya.
Bupati Fahmi menambahkan, di tahun 2023 akan dibangun jalan sepanjang 6 Km dulu, sisanya akan dianggarkan di tahun 2024 pasalnya permasalahan waktu pengerjaan diperkirakan tidak dapat memenuhi jika dianggarkan di APBD Perubahan 2023.
“Jadi kami akan usulkan kembali sisanya di tahun 2024 mendatang. Tentunya ini sesuai dengan visi Pemkab Paser yakni Paser dalam kemajuan ada pemerataan dan tinggal menunju kesejahteraan usai dibukanya akses jalan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKSDA Provinsi Kaltim M Ari Wibawanto, mengatakan, salah satu permohonan dari Pemkab Paser ke BKSDA untuk membuat akses jalan bagi masyarakat  Desa Muara Paser ke Harapan Baru, merupakan salah satu tindakan yang luar biasa, pasalnya sudah beberapa kali harus pindah lokasi di karena masih berstatus cagar alam.
“Ini tindakan yang luar biasa yang telah dilakukan Pemkab Paser karena hal ini tidak mudah,”ujar M. Ari Wibawanto.
Dengan dibukanya ruas jalan baru dari Desa Muara Paser menuju Desa Harapan baru kata Ari, diharapkan dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat desa setempat. Pada kesempatan tersebut ia menegaskan bahwa ditengah kesulitan masyarakat dikarenakan adanya status cagar alam pemerintah itu hadir. “Diharapkan dengan terbukanya akses jalan, maka kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Selain itu hutan juga harus lestari, nah ini yang harus kami pikirkan yaitu masyarakat sejahtera hutan juga lestari,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Paser Ir. Hasanudin mengatakan, dalam pengerjaan rekontruksi peningkatan jalan Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru menelan anggaran sebesar Rp 23,4 miliar lebih dengan panjang pengerjaan 6 kilometer. Nilai tersebut hanya untuk pengerjaan rekontruksi timbunan dan Lapis pondasi bawah (LPB) dan harus tahun ini selesai.
“Kita bakal lanjut lagi di tahun anggaran 2024 masih ada sekitar 4-5 Km lagi. Tahun anggaran diawal tahun sudah dilelang, itu full desain, rencana sudah ada jadi tinggal melanjutkan,” kata Hasanudin.
Saat disinggung keamanan kontruksi jalan yang notabenenya di bangun diatas rawa, ia menegaskan kondisi medan memang rawa, tapi tetap aman untuk pembangunan jalan, pasalnya sebelum dilakukan pengurukan terdapat jaring dibawahnya yang berguna agar lumpur tidak naik dan air juga turun.
“Jadi ketika dilewati tidak ada genangan air dan saya pastikan tidak rawan ambrol,”akunya. Kapala ULP Tanah Grogot Nur Khamdan yang turut hadir dalam peninjauan tersebut mengatakan, pembangunan listrik desa nanti akan dikerjakan oleh PLN UP2K Kaltim di Samarinda. Memang pihaknya memantau untuk lokasi yang nantinya akan kami laporkan ke UP2K, seperti status jalan yang tadi masih berstatus cagar alam nanti akan ada peninjauan oleh pihak UP2K.
“Karena kami lihat untuk sisi tepi jalannya masih rawa, jadi nanti bersama dengan Dinas PU akan berkoordinasi terkait titik pemasangan tiang listrik, apakah boleh di bahu jalan atau memang harus di rawa. Setelah ini kami akan segera laporkan peninjauan hari ini dan akan ditindaklanjuti oleh tim UP2K,” kata Khamdan.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *