by

Dewan Sesali Fasum-Fasos Ruko Balikpapan Baru Berubah Jadi Kawasan Kuliner

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi III DPRD Kota Balikpapan dipimpin Sekretaris Komisi  Ali Munsjir Halim melakukan sidak fasum dan fasos, di kawasan Ruko (rumah toko) Balikpapan Baru, Kelurahan Damai Baru, Balikpapan Selatan, pada Senin (28/6/2021).

Ikut serta dalam sidak tersebut anggota Komisi III Nelly Turuallo, H Danang Eko Susanto, Amin Hidayat, Syarifuddin Oddang, Taufiq Qul Rahman, pihak Disperkim, Satpol PP, DPMP2T serta Ketua RT 09 Kelurahan Damai Baru.

Sekretaris Komisi III Ali Munsjir Halim, menyambut baik pengelola Ruko Balikpapan Baru PT Sinar Mas Wesesa yang telah melakukan penyerahan aset kepada Pemkot Balikpapan tahun 2020 lalu. Tetapi sangat disayangkan banyak posisi bangunan yang telah berubah. Untuk itu, pihaknya mengusulkan kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud agar dibentuk tim terpadu dari OPD  guna menyelidiki perubahan bangunan tersebut apakah telah mendapatkan izin dari instansi terkait.

“DPRD sebagai lembaga pengawasan tetap turun  melakukan peninjauan lapangan dan menggelar RDP guna mengevaluasi kinerja OPD,”kata Ali Munsjir Halim kepada awak media di sela-seka sidak.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III, Taufiq Qul Rahman, ia mengatakan, setelah sidak pihaknya melihat kawasan kuliner Balikpapan Baru mayoritas melanggar fasum dan fasos.

“Ini bisa dilihat dari bangunan aslinya sudah mengalami perubahan. Bahkan ada sebagian trotoar tempat pejalan kaki digunakan untuk menambah bangunan. Anehnya lagi OPD terkait seperti DPMPT dan Disperkim  tidak tahu adanya perubahan tersebut,” sindir Taufiq.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Ketut Astana mengatakan, pihak pengelola Ruko Balikpapan Baru sudah menyerahkan fasum dan fasos kepada Pemkot Balikpapan  sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Daerah (Perda). “Penyerahan fasum-fasos terdiri dari jalan, drainase, parkir, bendali dan sarana dan prasarana pendidikan,”jelasnya.(sb-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini